Selebgram ternama Balqis Ferraris membagikan pandangannya yang inspiratif mengenai peran perempuan di era modern. Menurutnya, citra wanita masa kini tak lagi sebatas penampilan fisik semata. Lebih dari itu, perempuan dituntut memiliki kecerdasan, kemandirian, serta keberanian untuk terus bertumbuh dan berkembang.
Bagi Balqis, seorang wanita dapat dengan anggun menjalankan perannya dalam keluarga dan memegang teguh nilai-nilai tradisional, tanpa harus mengorbankan kesempatan untuk mengasah potensi diri. Ia menekankan bahwa esensi seorang perempuan kini dinilai dari pola pikir, kapasitas, karakter, dan kontribusi nyata yang mampu diberikan kepada lingkungan sekitar.

Kemampuan berinteraksi secara efektif dan beradaptasi dengan perubahan zaman menjadi fondasi krusial bagi perempuan masa kini. Dinamika kehidupan yang bergerak cepat menuntut kaum hawa untuk terus belajar dan berani melangkah keluar dari zona nyaman. Balqis menyebutkan beragam keterampilan penting yang dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian. Ini mencakup literasi keuangan yang mumpuni, manajemen waktu yang efisien, pembangunan jejaring relasi yang kuat, hingga penguasaan berbagai keahlian praktis.
Meskipun paras menawan adalah bonus, Balqis menegaskan bahwa kecerdasan, keterampilan, dan karakter adalah modal utama yang memungkinkan perempuan bertahan dan melaju di tengah persaingan. Kesibukannya sebagai seorang influencer tidak menghalangi Balqis untuk konsisten melakoni ragam aktivitas fisik. Ia rutin berolahraga mulai dari nge-gym, padel, tenis, golf, hingga menembak. Baginya, olahraga bukan sekadar menjaga kebugaran tubuh, melainkan juga sarana untuk memetik pelajaran berharga dari setiap jenisnya.
Di tengah padatnya jadwal, Balqis juga berupaya menjaga harmoni antara karier, kebugaran, interaksi sosial, dan ruang pribadi. Ia percaya bahwa waktu berkualitas sama pentingnya dengan produktivitas. Sebagai perempuan berdarah Iran yang tumbuh besar di Indonesia, Balqis mengakui bahwa latar belakang keluarga dan budayanya turut membentuk cara pandangnya yang seimbang terhadap peran perempuan dan keluarga.
Baginya, nilai-nilai modern dan tradisional bukanlah dua kutub yang harus dipertentangkan. Seorang perempuan tetap bisa memegang teguh nilai keluarga dan budaya, sembari terus berkembang dan memiliki tujuan pribadi yang jelas. Balqis berharap perempuan muda tidak terlalu banyak memikirkan rasa takut saat ingin mencoba hal baru. Ia mengingatkan bahwa tak perlu menanti kesempurnaan untuk memulai langkah. Keberanian sejati, menurutnya, adalah tetap melangkah maju meskipun rasa takut masih menyelimuti. Setiap perempuan memiliki perjalanan uniknya masing-masing.






