Deteksi News – Sorotan publik tak henti-hentinya tertuju pada Inara Rusli. Setelah berhasil menempuh jalur damai dengan mantan suaminya, Insanul Fahmi, seolah badai belum sepenuhnya reda. Kini, ia masih harus berhadapan dengan polemik hukum yang melibatkan Wardatina Mawa, istri pertama Insanul Fahmi. Konflik ini, yang mencakup dugaan perzinaan dan akses ilegal rekaman CCTV, menjadi babak baru dalam perjalanan Inara mencari ketenangan.
Kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, menegaskan bahwa penyelesaian drama hukum ini bukanlah perkara yang bisa diselesaikan sekejap mata. "Sama Mawanya belum, karena beda tempat ya. Kalau sama Insanul aja perdamaiannya, baru itu. Jadi satu-satu, step by step," ujar Daru Quthny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin lalu, seperti yang dilaporkan deteksinews.co.id. Ini mengindikasikan bahwa meski jembatan perdamaian telah terbentang dengan Insanul Fahmi, urusan dengan Wardatina Mawa masih menjadi "pekerjaan rumah" yang membutuhkan kesabaran dan strategi bertahap.

Di tengah pusaran konflik, Inara Rusli tak pernah kehilangan harapan. Ia menunjukkan itikad baik yang tulus untuk mengakhiri seluruh kegaduhan ini di luar jalur pengadilan, demi kebaikan bersama. "Mudah-mudahan Ibu Mawa, ataupun pengacaranya bisa menerima itikad baik kita untuk damai. Artinya, kalau memang bisa kita selesaikan secara damai, kenapa tidak? Lebih baik kan begitu, seperti itu," tutur Daru Quthny, menyiratkan keinginan kuat kliennya untuk mencapai titik temu yang harmonis.
Namun, di sisi lain, bayangan proses hukum masih membayangi. Pihak kepolisian dikabarkan akan segera menggelar perkara terkait laporan yang dilayangkan Wardatina Mawa terhadap Inara Rusli, khususnya mengenai dugaan perzinaan. Sebuah langkah serius yang menunjukkan bahwa Mawa pun tak main-main dalam menuntut keadilan versi dirinya.
Menariknya, Inara Rusli menyikapi kabar gelar perkara ini dengan ketenangan yang luar biasa. Ia tampak pasrah namun tetap teguh. "Gak apa-apa, kita ikutin aja semuanya," ucap Inara dengan nada datar namun penuh makna, menunjukkan kesiapannya menghadapi segala kemungkinan. Ia menegaskan tidak keberatan jika proses hukum harus terus berjalan sesuai prosedur, sembari tak henti-hentinya mengupayakan jalur mediasi.
Dengan demikian, saga hukum Inara Rusli dan Wardatina Mawa masih menjadi tontonan yang penuh dinamika. Antara uluran tangan damai dan ancaman meja hijau, publik menanti bagaimana babak ini akan berakhir. Akankah hati Mawa melunak, ataukah drama ini akan berlanjut di ruang sidang? Hanya waktu yang bisa menjawab.






