deteksinews.co.id – Klaim kemandirian finansial Sarwendah menuai respons tegas dari perwakilan hukum Ruben Onsu Minola Sebayang. Menurut Minola kondisi tersebut sama sekali tidak menghilangkan hak dan tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya. Pernyataan ini muncul menyikapi klaim Sarwendah yang merasa tidak lagi memerlukan tunjangan dari Ruben.
Minola menegaskan bahwa keputusan terkait pemberian nafkah tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh salah satu orang tua. "Meskipun ia menyatakan sudah mampu berdikari secara ekonomi itu bukan berarti sang ayah tidak bisa memberikan tunjangan. Bukan ibunya yang berhak memutuskan ‘Saya sudah mandiri tidak butuh lagi uang dari ayahnya’" jelas Minola Sebayang di kawasan Kuningan Jakarta Selatan kemarin.

Ia melanjutkan bahwa urusan tunjangan anak dan hak seorang ayah untuk berjumpa serta berkumpul dengan buah hatinya adalah dua hal yang berbeda. Berdikari secara ekonomi tak seharusnya menjadi dalih untuk mengekang peran Ruben sebagai figur ayah. "Bukan berarti karena ia bisa mandiri membiayai dan menafkahi anaknya lalu itu menghilangkan hak Ruben untuk berkumpul dan bertemu anak-anaknya. Jangan pernah berpikir bahwa Ruben menuntut hak bertemu anak hanya karena ada kewajiban. Ini dua hal yang terpisah" ujarnya.
Minola juga mengungkapkan hingga kini Ruben belum bisa memberikan tunjangan yang semestinya lantaran detail kebutuhan anak belum pernah disampaikan secara terperinci. Lebih lanjut ia menekankan agar isu tunjangan tidak dijadikan landasan untuk memonopoli hak asuh anak tanpa melibatkan Ruben Onsu.
"Tunjangan anak adalah tunjangan anak. Berkumpul bersama anak-anak juga hal yang berbeda. Jangan sampai ia berpikir karena tidak lagi mengajukan permintaan terkait biaya anak kemudian ia berhak memonopoli seluruh hidup anaknya tanpa melibatkan Ruben Onsu dan menghapus hak Ruben sebagai seorang ayah" tutur Minola.
Di akhir pernyataannya Minola berharap polemik ini tidak terus-menerus diumbar sebagai tontonan publik. Ia juga meminta agar hak pengasuhan dan hak bertemu anak tidak dicampuradukkan dengan urusan biaya hidup anak. "Masalah biaya anak itu berbeda masalah hak untuk berkumpul bersama anak juga berbeda. Jadi tolong jangan kita selalu bermain drama dan kemudian memutarbalikkan semuanya" pungkasnya.






