Duka Mendalam Fitri Carlina di Tanah Suci

Celina

Celina

Duka Mendalam Fitri Carlina di Tanah Suci

Deteksinews.co.id – Kabar duka yang menyelimuti keluarga penyanyi dangdut Fitri Carlina datang secara tiba-tiba di tengah suasana khidmat ibadah di Tanah Suci. Saat sedang menjalankan rangkaian ibadah di Jeddah, Arab Saudi, Fitri harus menerima kenyataan pahit bahwa sang ayah tengah berjuang melawan maut di rumah sakit di tanah air.

Momen mencekam tersebut dialami Fitri tepat sebelum ia menunaikan salat Jumat. Ketika suara ikamah mulai berkumandang di Masjid Qisas, Jeddah, sebuah pesan dari sang kakak, Wiwi, merusak ketenangan batinnya. Kabar tersebut menyebutkan bahwa sang ayah harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Duka Mendalam Fitri Carlina di Tanah Suci
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meski diliputi rasa panik yang luar biasa, Fitri mencoba untuk tetap tegar dan menyelesaikan ibadahnya terlebih dahulu. Namun, firasat buruknya terbukti benar. Informasi medis yang diterima kemudian menyebutkan bahwa tekanan nadi sang ayah telah merosot tajam hingga menyentuh angka 30. Kondisi ini menandakan situasi yang sangat kritis.

"Perasaan saya sudah tidak enak sejak awal. Saat diberi tahu nadinya sudah turun drastis, saya sempat mencoba optimis karena melihat betapa kuatnya Bapak selama ini melewati berbagai ujian hidup. Saya sangat berharap Bapak masih bisa bertahan," kenang Fitri dengan nada bicara yang bergetar saat ditemui di kawasan Cikeas, Bogor.

Ketegangan semakin memuncak pada malam harinya ketika pihak rumah sakit meminta persetujuan keluarga untuk pemasangan alat bantu napas atau ventilator. Di tengah keterbatasan jarak yang memisahkan dirinya dengan keluarga di Indonesia, Fitri hanya bisa bersimpuh di hadapan Sang Pencipta. Ia memanjatkan doa agar jika memang takdir kepulangan itu sudah dekat, sang ayah diberikan jalan yang paling lembut dan tanpa rasa sakit.

Takdir berkata lain. Pada Sabtu, 7 November 2026, sang ayah akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. Pihak medis sempat menawarkan tindakan resusitasi jantung paru (RJP/CPR), namun keluarga telah mengambil keputusan berat untuk mengikhlaskan kepergiannya. Keputusan tersebut diambil demi menjaga martabat dan kenyamanan tubuh almarhum agar tidak mengalami cedera tambahan di saat-saat terakhirnya.

Meski duka menyayat hati, Fitri mendapatkan sedikit penghiburan saat mendengar bahwa sang ayah berpulang dalam keadaan yang sangat tenang dan damai. Tanpa rasa sakit yang menyiksa, almarhum pergi dengan cara yang sangat mulia.

Tanpa membuang waktu, Fitri segera mengurus segala keperluan perjalanan untuk pulang ke Indonesia. Ia berpacu dengan waktu demi satu tujuan: melihat wajah sang ayah untuk terakhir kalinya sebelum prosesi pemakaman dilakukan. Berkat kemudahan yang diberikan Tuhan, ia berhasil mendarat di tanah air tepat sebelum jenazah sang ayah diberangkatkan ke peristirahatan terakhir.

Melansir laporan dari deteksinews.co.id, perjuangan Fitri menempuh perjalanan jauh dari Jeddah ke Jakarta menjadi bukti cinta kasih seorang anak yang tak ingin melewatkan momen perpisahan terakhir dengan orang tuanya.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar