Kisah Haru di Balik Kepergian Ayah Fitri Carlina

Celina

Celina

Kisah Haru di Balik Kepergian Ayah Fitri Carlina

Deteksinews.co.id – Kabar duka menyelimuti keluarga besar penyanyi Fitri Carlina dan Nini Carlina. Sosok ayah tercinta, Tasrun Hadinoto, baru saja mengembuskan napas terakhirnya setelah melalui perjuangan panjang melawan penyakit yang dideritanya. Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga, terutama karena momen-momen terakhirnya yang penuh dengan kebahagiaan dan rasa syukur.

Nini Carlina menceritakan bahwa kondisi kesehatan sang ayah sebenarnya sudah mengalami pasang surut selama dua tahun terakhir. Riwayat penyakit jantung yang mengharuskan pemasangan ring, serta infeksi pada paru-paru, menjadi tantangan kesehatan yang harus dihadapi almarhum setiap harinya. Meski demikian, semangat hidup sang ayah tetap terlihat kuat di mata anak-anaknya.

Kisah Haru di Balik Kepergian Ayah Fitri Carlina
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebuah kisah yang sangat menyentuh terungkap mengenai alasan di balik penurunan kondisi kesehatan almarhum. Sebelum kondisinya menurun drastis, sang ayah baru saja merayakan sebuah pencapaian besar bersama anak-anaknya. Mereka memberikan hadiah istimewa berupa pembangunan sebuah masjid dan Rumah Al-Qur’an di Banyuwangi sebagai bentuk bakti kepada orang tua.

"Papa sangat bersemangat. Setiap hari beliau pergi ke masjid, bahkan ikut membantu membersihkan area masjid karena merasa sangat senang," kenang Nini dengan nada haru. Namun, kegembiraan tersebut tampaknya menguras energi almarhum. Saat dalam perjalanan pulang dari Surabaya menuju Jakarta, kondisi fisik sang ayah mulai menurun drastis.

Keluarga sempat memutuskan untuk membawa almarhum kembali ke Jakarta agar bisa mendapatkan perawatan intensif dari menantunya sendiri, dr. H. Hendra Marki. Meski sempat menunjukkan tanda-tanda stabil, kondisi kesehatan Tasrun Hadinoto kembali memburuk secara tiba-tiba. Gejala linglung dan perubahan perilaku mulai muncul, yang kemudian mengindikasikan adanya komplikasi serius pada infeksi paru-parunya.

Selama 15 hari masa perawatan di rumah sakit, keluarga besar berupaya memberikan pendampingan terbaik. Bahkan, cucu tertua yang berdomisili di Irlandia pun sempat terbang pulang untuk memberikan penghormatan terakhir dan menemani sang kakek. Momen-momen tersebut menjadi waktu berharga bagi keluarga untuk berkumpul dan memberikan kasih sayang di sisa usia almarhum.

Meski telah mendapatkan perawatan medis maksimal hingga menggunakan jasa caregiver profesional di rumah, takdir berkata lain. Almarhum berpulang dengan sangat tenang. Nini mengaku sempat terkejut karena sebelum dinyatakan meninggal, sang ayah masih sempat berbincang hangat dengan keluarga.

Kini, di tengah rasa kehilangan yang mendalam, keluarga besar Fitri Carlina mencoba untuk tetap tegar. Mereka merasa ikhlas karena meyakini bahwa almarhum telah pergi dalam keadaan yang damai dan tenang, setelah sempat merasakan kebahagiaan luar biasa atas bakti anak-anaknya melalui masjid dan Rumah Al-Qur’an yang telah dibangun.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar