Drama Investasi Suami Boiyen: Batas Akhir 5 Januari!

Celina

Celina

Drama Investasi Suami Boiyen: Batas Akhir 5 Januari!

Deteksi News – Dunia hiburan kembali diwarnai kabar kurang sedap yang menyeret nama figur publik. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Rully Anggi Akbar, suami dari komedian Boiyen, yang tengah menghadapi masalah serius terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi. Situasinya kian pelik, dengan tenggat waktu krusial yang hanya tersisa hitungan hari untuk melunasi kewajibannya, atau ancaman jeruji besi sudah menanti.

Setelah serangkaian upaya mediasi kekeluargaan menemui jalan buntu, pihak korban berinisial RF, melalui kuasa hukumnya, Santo Nababan, tak punya pilihan lain selain melayangkan somasi terbuka. Dalam pertemuan terakhir, Rully Anggi Akbar disebut-sebut sempat memohon kelonggaran waktu hingga pertengahan Januari 2026. Namun, janji-janji yang diutarakan dinilai tak memiliki kepastian hukum dan jaminan yang jelas, membuat pihak korban menolak mentah-mentah permohonan tersebut.

Drama Investasi Suami Boiyen: Batas Akhir 5 Januari!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Santo Nababan, yang ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/12/2025), menegaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan kliennya, batas akhir pelunasan dana investasi ditetapkan pada tanggal 5 Januari 2026. "Somasi pertama dan juga somasi kedua sudah diterima oleh yang bersangkutan langsung, RAA, dan meminta waktu sampai tanggal 15, tapi dari klien kami hanya diberikan waktu sampai tanggal 5 Januari untuk segera membayar, segera melunasi," jelas Santo. Sebuah ultimatum yang tak main-main: jika hingga tanggal tersebut belum ada iktikad baik atau pelunasan nyata, gugatan hukum pidana siap dilayangkan ke kepolisian.

"Jika lewat dari tanggal 5 (Januari 2026), kami akan melakukan upaya hukum pidana. Jadi sesuai dengan bukti-bukti yang kami miliki, kami mempunyai keyakinan bahwa diduga telah terjadi penipuan dan penggelapan di dalam prosesnya," tegas Santo, menunjukkan keseriusan pihak korban. Kerugian yang dialami RF tak main-main. Selain modal awal sekitar Rp 200 juta, janji-janji keuntungan yang menggiurkan sesuai proposal awal tak pernah terealisasi sepenuhnya. Rully menjanjikan pembayaran Rp 6 juta setiap tanggal 9 per bulan, namun RF hanya menerima pembayaran sebanyak empat kali. Kini, total kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 300 juta, bahkan menurut kuasa hukumnya bisa menyentuh angka Rp 400 juta.

Drama ini bermula pada Agustus 2023. Kala itu, Rully Anggi Akbar diduga menawarkan peluang investasi kepada RF melalui pesan WhatsApp. Proyek yang digadang-gadang adalah pengembangan usaha kuliner yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Sebuah proposal investasi yang menjanjikan pun disodorkan, dengan skema pembagian keuntungan 70 persen untuk pengelola dan 30 persen bagi investor. Tak hanya itu, proposal tersebut juga memuat klaim pendapatan usaha yang fantastis dalam enam bulan terakhir, berkisar antara Rp 87,2 juta hingga Rp 119 juta.

Namun, mimpi manis itu berubah pahit. Laporan keuangan yang diterima RF dinilai tidak sesuai dengan perjanjian awal. Pembagian keuntungan yang sempat berjalan beberapa bulan pun akhirnya macet total. Hingga berita ini diturunkan, tim deteksinews.co.id telah berupaya menghubungi pihak Boiyen maupun Rully Anggi Akbar untuk mendapatkan klarifikasi, namun belum ada respons yang diterima. Publik pun menanti, akankah drama investasi ini berakhir di meja hijau, ataukah ada titik terang di menit-menit terakhir sebelum tanggal 5 Januari 2026 tiba?

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar