Drama Hak Asuh Anak Ruben Sarwendah Memanas

Celina

Celina

Drama Hak Asuh Anak Ruben Sarwendah Memanas

deteksinews.co.id – Gelombang panas di tengah perseteruan rumah tangga selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah kian memuncak. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, baru-baru ini menyuarakan keheranannya terkait manuver hukum yang dilancarkan Sarwendah. Minola mempertanyakan urgensi di balik gugatan balik atau rekonvensi yang diajukan Sarwendah, khususnya mengenai hak perwalian anak.

"Kami tidak memahami apa motif atau urgensi dari gugatan rekonvensi itu. Mengapa harus ada gugatan balik? Bukankah saat ini hak asuh anak-anak masih berada di tangan Sarwendah?" ujar Minola Sebayang dengan nada bertanya saat ditemui di kantornya kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Drama Hak Asuh Anak Ruben Sarwendah Memanas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Minola kemudian membeberkan alasan kuat yang mendorong pihak Ruben Onsu untuk mengajukan gugatan hak asuh anak sejak awal. Menurutnya, langkah ini bukan tanpa dasar, melainkan didasari oleh beberapa poin krusial yang dianggap tidak berjalan semestinya.

Pertama, Minola menyoroti pelaksanaan kesepakatan yang termaktub dalam Akta 39. Ia mengklaim bahwa komitmen yang seharusnya memberikan waktu bagi anak-anak untuk tinggal bersama Ruben selama dua hingga tiga hari, bukan sekadar bertemu leluasa, belum terealisasi secara pasti. "Akta autentik itu jelas menyebutkan waktu tinggal bersama, namun faktanya tidak terlaksana sebagaimana mestinya," tegasnya.

Alasan kedua yang diungkap Minola adalah kekhawatiran Ruben terhadap lingkungan yang dianggapnya kurang aman bagi tumbuh kembang anak-anak. Lingkungan yang aman ini mencakup pola pengasuhan dan pendidikan. Minola mencontohkan, cara mendisiplinkan anak yang melibatkan kekerasan fisik, meskipun dengan dalih mendidik, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia juga menyinggung adanya sikap atau karakter yang kerap merendahkan ayah kandung anak-anak, sebuah perilaku yang dianggapnya tidak pantas.

Tak hanya itu, Minola juga mengemukakan dugaan eksploitasi anak sebagai alasan ketiga. Ruben Onsu, kata Minola, sejak awal telah menyatakan keberatan keras terhadap keterlibatan anak-anak dalam siaran langsung untuk berjualan di platform TikTok. "Ada bukti kuat bahwa anak-anak diminta membantu berjualan. Apakah pantas orang dewasa meminta bantuan anak di bawah umur untuk berdagang, apalagi tanpa izin dari ayahnya?" tanyanya retoris.

Minola menambahkan, siaran langsung tersebut kerap menampilkan bahasa tubuh yang dinilai vulgar, bahkan menjurus ke hal-hal yang tidak senonoh, yang berpotensi dilihat oleh anak-anak, baik saat mereka ikut dalam siaran maupun ketika berada di lingkungan rumah. "Inilah pemicu utama kami menggugat agar hak asuh yang ada padanya dibatalkan dan dialihkan kepada klien kami," jelas Minola.

Mengenai gugatan balik Sarwendah, Minola kembali menegaskan kejanggalannya. "Jika ada rekonvensi untuk meminta hak asuh anak jatuh kepadanya, bukankah hak asuh itu sudah ada padanya? Secara logika, ini tidak masuk akal," ujarnya. Menurut Minola, Sarwendah seharusnya cukup membantah dalil gugatan Ruben dan mempertahankan bahwa dirinya masih layak memegang hak asuh, bukan justru meminta sesuatu yang sudah dalam genggamannya.

Minola menduga, gugatan rekonvensi tersebut mungkin juga menjadi sarana bagi Sarwendah untuk menyampaikan tudingan-tudingan tertentu terhadap Ruben. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya menghormati setiap langkah hukum yang diambil Sarwendah. Ruben Onsu dan tim kuasa hukumnya menyerahkan sepenuhnya proses persidangan kepada majelis hakim, dengan keyakinan bahwa keputusan akhir akan didasarkan pada dalil dan bukti yang valid dari kedua belah pihak.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar