Dituding Bumerang, Pandji: Mens Rea Bikin Aku Bahagia!

Celina

Celina

Deteksi News – Jagat hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan kontroversi seputar special show komika kenamaan, Pandji Pragiwaksono, bertajuk "Mens Rea" yang tayang di Netflix. Alih-alih merasa tertekan setelah dituding sebagai bumerang dan dilaporkan ke pihak berwajib, Pandji justru dengan gamblang menyatakan dirinya "sangat bahagia" atas riuhnya perbincangan yang terjadi. Sebuah pengakuan mengejutkan yang dilontarkannya dalam siaran langsung Instagram, seperti yang dilansir oleh deteksinews.co.id.

Tanpa sedikit pun nada penyesalan, pria berusia 46 tahun ini menegaskan bahwa ia telah memperkirakan segala reaksi yang muncul. "Gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang gak suka. Itu sangat biasa," ujarnya santai, seolah memaklumi dinamika opini publik. Baginya, tujuan utama "Mens Rea" adalah menjangkau sebanyak mungkin penonton, sebuah ambisi yang kini, ironisnya, justru terpenuhi lewat gelombang pro dan kontra. "Tapi gue sama sekali gak menyesal. Gue bahkan happy, happy banget bahkan, sangat happy. Positifnya jauh lebih besar dari negatifnya," imbuhnya, menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa di tengah badai kritik.

Dituding Bumerang, Pandji: Mens Rea Bikin Aku Bahagia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, di balik kebahagiaan Pandji, ada bayang-bayang serius yang menyelimuti. Belum lama ini, Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah secara resmi melaporkan sang komika ke Polda Metro Jaya. Laporan yang dilayangkan pada Rabu, 7 Januari 2026, tersebut menuduh Pandji melakukan pencemaran nama baik melalui materi pertunjukan "Mens Rea". Pelapor tak main-main, mereka menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman dan materi yang dinilai mengandung unsur merendahkan serta berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat, mengancam keharmonisan yang selama ini dijaga.

"Mens Rea" sendiri telah mengudara di platform streaming global Netflix sejak 27 Desember 2025, disajikan tanpa sensor, memungkinkan penonton menyelami setiap detail pemikiran Pandji. Dalam panggungnya, Pandji tidak sekadar melucu; ia mengubahnya menjadi mimbar observasi yang tajam dan berani, menguliti berbagai isu sosial dan politik terkini. Mulai dari carut-marut perpolitikan pasca-Pemilu 2024, perilaku pejabat publik yang sering luput dari sorotan, hingga menyinggung sejumlah tokoh besar yang kerap dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Materi yang dibawakan Pandji, dibalut komedi satire yang cerdas, tidak hanya mengundang gelak tawa, tetapi juga secara halus mengajak penonton untuk merenung dan berpikir kritis tentang kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar