Cita Rahayu Meradang! Kisah Pilu Diusir & Dihujat di Resto Elit Jakarta

Celina

Celina

Cita Rahayu Meradang! Kisah Pilu Diusir & Dihujat di Resto Elit Jakarta

Deteksi News – Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan pengakuan mengejutkan dari penyanyi Cita Rahayu, atau yang akrab disapa Cita Citata. Istri Didi Mahardika ini melaporkan dugaan perbuatan tidak menyenangkan, bahkan pengusiran dan kekerasan verbal, yang dialaminya di sebuah restoran mewah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi pada Februari 2025 ini kini memasuki babak baru setelah Cita bersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, mendatangi Polres Jakarta Selatan pada Senin (29/12/2025) untuk menuntut kejelasan dan keadilan.

Dengan raut wajah yang menunjukkan kekecewaan mendalam, Cita menceritakan momen mengerikan saat ia menjadi saksi mata keributan yang menimpa temannya. Alih-alih mendapatkan perlindungan atau bantuan dari pihak restoran, pelantun lagu populer ‘Goyang Dumang’ ini justru mengaku diusir dari tempat makan tersebut. "Saya diusir dari resto itu, padahal saya konsumen yang duduk, memesan, menikmati, dan membayar," ungkap Cita dengan nada kecewa, merasa diperlakukan tidak adil di tempat yang seharusnya menjamin kenyamanan pelanggannya.

Cita Rahayu Meradang! Kisah Pilu Diusir & Dihujat di Resto Elit Jakarta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sunan Kalijaga, kuasa hukum Cita Rahayu, menegaskan bahwa pihak yang diduga pelaku penyerangan terhadap teman Cita sudah berstatus tersangka. Namun, ia menyayangkan sikap tidak kooperatif tersangka yang telah dipanggil dua kali namun mangkir. "Kami mendengar informasinya sudah dipanggil dua kali sebagai tersangka, namun demikian tidak juga hadir," kata Sunan di hadapan awak media.

Melihat kondisi ini, Sunan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas. "Kami ingin meminta kepada pihak Polres Metro Jakarta Selatan mengambil langkah tegas, yaitu segera membuat Daftar Pencarian Orang (DPO). Ketika seorang tersangka sudah dikeluarkan DPO secara resmi, sebaiknya juga disebarkan melalui media dan sosial media," tegasnya.

Kejanggalan lain yang disoroti adalah hilangnya rekaman CCTV setelah kejadian. "Kami yakini di situ ada CCTV. Tapi setelah kejadian penyerangan, kok tiba-tiba CCTV-nya hilang? Ini sangat janggal dan merugikan korban," tambah Sunan, menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan tanggung jawab pihak restoran.

Cita Rahayu sendiri, yang berstatus sebagai saksi sekaligus konsumen di lokasi kejadian, mengaku tidak mengalami kekerasan fisik. Namun, ia merasakan dampak kekerasan verbal yang cukup mendalam. "Ya kalau dari pihak tersangka, iya… Lebih ke verbal ya. Ada (kata-kata kasar). Masa aku yang ngomong sih," ujarnya, enggan merinci lebih jauh kata-kata kasar yang diterimanya, namun jelas meninggalkan luka emosional.

Hingga saat ini, Cita mengaku belum mendapat permintaan maaf dari pihak manapun terkait insiden tersebut. Laporan resmi baru dibuat pada Juli 2025, padahal peristiwa terjadi sejak Februari 2025. Penundaan ini disebabkan pihak korban menunggu rekaman CCTV yang tak kunjung diberikan. Sunan Kalijaga juga menyayangkan sikap manajemen restoran yang seharusnya bertanggung jawab atas keselamatan konsumen. "Seharusnya pihak manajemen melaporkan kejadian ini ke sekuriti atau polisi, bukan malah mengusir klien kami," pungkas Sunan, menuntut keadilan bagi Cita Rahayu dan korban lainnya.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar