deteksinews.co.id – Komedian legendaris Bolot kini tengah berjuang memulihkan diri pasca serangan jantung yang sempat mengancam nyawanya. Meski kesehatannya menunjukkan progres positif dan sudah mendapat lampu hijau untuk kembali beraktivitas di layar kaca, ada satu kebiasaan lama yang masih menjadi tantangan berat baginya untuk dilepaskan sepenuhnya.
Wahyu asisten pribadi Bolot mengungkapkan bahwa sang maestro lawak masih rutin menjalani kontrol medis. Dokter telah memberikan sejumlah anjuran dan larangan demi menjaga kondisi jantungnya. "Kalau soal makanan sih tidak ada pantangan khusus paling rokok itu yang dilarang keras" tegas Wahyu baru-baru ini di sebuah studio di Jakarta Selatan.

Namun godaan rokok tampaknya masih terlalu kuat bagi Bolot. Wahyu menyebut sang komedian kerap "bandel" dan sulit sepenuhnya berhenti. "Ya begitu deh memang susah sekali untuk berhenti merokok" ujar Wahyu sambil tertawa kecil. Kendati demikian setelah insiden serangan jantung Bolot mulai memangkas frekuensi merokoknya. Kebiasaan minum kopi pun masih berlanjut namun kini porsinya sangat dibatasi. "Paling ngurangin rokok itu doang kopi masih minum tapi tidak sebanyak dulu sudah dibatasi" jelas Wahyu.
Selain fokus pada pemulihan fisik Bolot kini lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga. Sepulang dari rumah sakit ia terlihat rutin bermain dengan cucu-cucunya dan berkumpul bersama orang terkasih di rumah setiap hari. Anak-anak dan cucu-cucunya pun memberi perhatian ekstra pada kondisi sang kakek selama masa rehabilitasi ini. Meski demikian sifat Bolot yang dikenal cukup keras kepala masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi keluarga. "Iya iya cuma dia memang bandel orangnya" tambah Wahyu.
Untuk urusan asupan makanan Bolot juga mulai selektif. Ia kini lebih banyak mengonsumsi sayur dan makanan berkuah. Namun beberapa hidangan favoritnya seperti soto Betawi dan pecak masih harus dihindari untuk sementara waktu. "Belum kalau begitu belum kan sayur asem sudah makan sop saya rasa sudah" tuturnya. Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kepatuhannya dalam mengonsumsi obat-obatan. Bolot tak pernah protes atau menolak setiap kali harus minum obat.
Sebelumnya Bolot sempat dilarikan ke fasilitas medis setelah mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas hebat. Setelah serangkaian pemeriksaan ia didiagnosis mengalami insiden kardiovaskular dan harus menjalani perawatan intensif serta prosedur bedah di Rumah Sakit Fatmawati beberapa bulan silam.






