Deteksi News – Pedangdut senior Anisa Bahar tengah dirundung kekecewaan mendalam. Niat baiknya untuk membantu sahabat berujung pahit, setelah uang senilai Rp 100 juta miliknya diduga "digelapkan" dalam pusaran pinjam-meminjam yang kini berbuntut panjang hingga ke ranah hukum. Anisa merasa dikhianati karena uang yang awalnya dipinjamkan kepada Ratu Meta, justru dialihkan ke pihak lain tanpa sepengetahuan dan izinnya.
Anisa menceritakan kronologi kejadian, bermula dari transfer Rp 100 juta kepada Ratu Meta yang selama ini dikenal sebagai sahabat yang amanah. Namun, saat tiba waktu penagihan, fakta mengejutkan terungkap. "Pas aku tagih, ternyata uangnya itu dipakai atau dipinjamkan lagi ke temannya si Ratu Meta. Jadi masalahnya sudah berantai," ungkap Anisa saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).

Kekecewaan Anisa memuncak saat mengetahui uang tersebut dipindahtangankan ke sosok NF (pemilik travel umrah) tanpa pemberitahuan. Ia merasa dikhianati karena perjanjian awal hanya antara dirinya dan Ratu Meta. "Gak izin! Makanya kita gak tahu. Biasanya kan dua minggu sudah balik, ini gak," tegasnya dengan nada kesal.
Ironisnya, uang Rp 100 juta tersebut sangat dibutuhkan Anisa untuk biaya pengobatan kakaknya yang sakit pada November lalu. Karena uang tak kunjung kembali akibat dipinjamkan lagi oleh Ratu Meta ke NF, Anisa sempat merasa sangat terdesak. "Aku kesal banget, aku cecar terus Ratu Meta sampai akhirnya dia jujur kalau uangnya dipinjamkan ke NF itu," tambahnya.
NF sempat menawarkan cicilan sebesar Rp 5 juta, namun Anisa menolak mentah-mentah. Ia merasa nominal tersebut terlalu kecil dan khawatir akan menggugurkan unsur pidana jika diterima. "Nyicilnya jauh banget, cuma Rp 5 juta. Aku gak maulah! Karena kalau sudah mencicil dan dia bayar, nanti pidana kita takutnya gugur," jelas pelantun "Goyang Patah-Patah" ini.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib oleh Ratu Meta. Anisa pun terkejut saat mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban NF. Diduga, total kerugian yang dialami para korban mencapai miliaran rupiah. "Ternyata yang ditipu itu bukan cuma kami. Jumlahnya miliaran, bahkan mungkin puluhan miliar. Ada korban dari tahun 2022, 2023 juga ada," pungkasnya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi Anisa dan para korban lainnya untuk lebih berhati-hati dalam urusan pinjam-meminjam uang.
(wes/mau – deteksinews.co.id)






