deteksinews.co.id – Dunia hiburan kembali menyambut kehadiran Aliando Syarief, aktor yang sempat menghilang dari layar kaca. Keputusannya rehat bukan tanpa alasan, ia fokus penuh memulihkan diri dari jeratan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) ekstrem. Gangguan tersebut sempat melumpuhkan aktivitas hariannya, memaksa bintang "Ganteng-Ganteng Serigala" ini menepi dari sorotan.
Kini, Aliando siap kembali memukau penonton dengan berbagai proyek film dan akting. Ia berbagi rahasia di balik kembalinya performa mental dan fisiknya yang prima, terutama di tengah tuntutan industri kreatif yang serba cepat. Pria berusia 29 tahun ini mengungkapkan, "kalibrasi" atau proses penyesuaian diri menjadi kunci utama menjaga stabilitas. "Perjalanan pemulihan OCD itu sangat panjang, membutuhkan kalibrasi berkelanjutan," ungkap Aliando dalam sebuah kesempatan di Jakarta baru-baru ini.

Pemulihan dari OCD ekstrem bukan jalan pintas baginya. Aliando mengenang masa-masa sulit di mana pikiran dan tubuhnya terasa terpisah, tak sejalan. Namun, berkat serangkaian penyesuaian, ia kini merasa jauh lebih baik dan mampu mengendalikan diri. "Mungkin saya kini lebih memahami kalibrasi, sehingga bisa kembali ke titik ini," ujarnya menjelaskan.
Menariknya, saat menghadapi tekanan atau stres, Aliando memiliki cara unik. Berbeda dari kebanyakan orang yang mungkin menulis jurnal, ia memilih pendekatan penyelarasan internal. Baginya, menjaga emosi tetap stabil melalui "kalibrasi" adalah prioritas. "Untuk meluapkan emosi, kalibrasi adalah hal terpenting," tegasnya.
Tak hanya kesehatan mental, kondisi fisik juga menjadi perhatian serius bagi Aliando demi menunjang totalitas aktingnya. Setelah sempat mengalami kenaikan berat badan, kini ia tampil dengan postur lebih ideal, sesuai tuntutan peran. Ia menegaskan, berat badannya bisa disesuaikan sepenuhnya tergantung karakter yang akan diperankan. "Pola makan saya fleksibel, bisa kurus jika diminta, bisa juga gemuk," tutupnya.






