Abel Cantika Curhat Pilu: Payudara Bengkak, Perjuangan ASI yang Tak Terduga!

Celina

Celina

Deteksi News – Dunia keibuan, terutama fase menyusui, seringkali dibayangkan sebagai periode penuh kehangatan dan ikatan batin. Namun, di balik senyum manis para ibu, tersimpan segudang cerita perjuangan yang tak jarang menguras emosi dan fisik. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok influencer kenamaan, Abel Cantika, yang dengan berani membuka tabir di balik layar perjuangannya menyusui anak kedua. Ia tak segan membagikan drama tak terduga yang ia alami: payudara bengkak parah, sebuah pengalaman yang ia kira tak akan terulang setelah memiliki pengalaman sebelumnya. Kisah pilu namun inspiratif ini ia sampaikan dalam peluncuran Momcozy Air 1 di Jakarta Convention Center (JCC), baru-baru ini.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Siapa sangka, meski sudah berpengalaman mengasuh anak pertama, Abel justru menghadapi tantangan yang jauh lebih berat saat menyusui anak keduanya. “Waktu anak kedua lahir, saya pikir semuanya akan lebih gampang karena sudah punya pengalaman. Ternyata praktiknya jauh lebih sulit,” ungkap Abel dengan jujur, menggambarkan betapa realita seringkali berbeda jauh dari ekspektasi. Persiapan matang yang ia lakukan sejak masa kehamilan, mulai dari kesiapan mental, krim puting, hingga pompa ASI, seolah tak cukup membentengi dirinya dari realita pahit pasca-melahirkan.

Bulan pertama menjadi neraka kecil baginya. Puting lecet parah dan payudara bengkak akibat oversupply atau produksi ASI berlebih, mengubah setiap sesi menyusui menjadi momen yang menyakitkan. “Setiap sesi menyusui rasanya seperti harus menyiapkan diri menahan sakit. Tapi di sisi lain, bayi tetap harus minum,” kenangnya, menggambarkan dilema yang mendalam antara rasa sakit yang tak tertahankan dan kebutuhan sang buah hati.

Abel juga menyoroti sebuah persepsi keliru yang kerap beredar di kalangan ibu menyusui: freezer penuh stok ASI sebagai simbol keberhasilan. Padahal, menurutnya, kondisi hiperlaktasi atau produksi ASI berlebihan justru bisa memicu ketidaknyamanan serius, mulai dari pembengkakan payudara hingga sumbatan ASI. Dari pengalaman pahitnya, Abel menyimpulkan satu hal krusial: kenyamanan ibu adalah kunci utama kelancaran produksi ASI.

Oleh karena itu, pemilihan alat pumping yang tepat menjadi sangat vital, terutama bagi ibu modern dengan mobilitas tinggi seperti dirinya. Sebagai ibu yang tetap aktif bekerja dan membuat konten, Abel membutuhkan pompa ASI yang tak hanya efektif, tetapi juga nyaman, ringan, senyap, dan tak mengganggu aktivitas. “Tidak harus hisapannya sakit untuk bisa efektif. Saat ibu nyaman, ASI biasanya keluar lebih lancar,” tegasnya, mematahkan mitos bahwa pompa yang kuat harus menyakitkan.

Pandangan Abel diamini oleh konselor menyusui, Desyntia Inten Dwi Lestari. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 98 persen ibu menyusui pernah mengalami puting lecet atau pembengkakan payudara selama masa laktasi. “Masalahnya bukan semata-mata produksi ASI, tetapi kurangnya edukasi tentang teknik menyusui dan pumping yang benar,” jelas Desyntia, menekankan pentingnya pengetahuan yang tepat. Ia juga mengingatkan agar ibu tidak menunggu hingga payudara terasa penuh atau bengkak sebelum memompa, karena hal itu berisiko memicu sumbatan ASI, mastitis, hingga abses yang memerlukan tindakan medis.

Menjawab tantangan para ibu modern ini, TNP Group meluncurkan Momcozy Air 1, pompa ASI wearable pintar yang dirancang untuk mendukung ibu tetap produktif tanpa mengorbankan proses menyusui. Brand Manager TNP Group, Hanindya Christiana, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pemahaman mendalam akan kebutuhan ibu masa kini yang harus menjalankan banyak peran sekaligus. “Banyak ibu yang harus memompa ASI di kantor, saat perjalanan, bahkan di ruang publik. Karena itu, perangkat harus ringan, senyap, dan diskret agar ibu tetap nyaman,” ujarnya, menekankan pentingnya desain yang mendukung gaya hidup aktif.

Kisah Abel Cantika ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menyusui adalah perjalanan personal yang unik bagi setiap ibu. Dukungan, edukasi yang tepat, dan alat yang memadai adalah kunci untuk membuat perjalanan ini lebih nyaman dan berhasil. Sebuah pesan kuat bagi setiap ibu: Anda tidak sendirian dalam perjuangan ini.


Also Read

Tags

Tinggalkan komentar