Deteksi News – Di usianya yang telah menapaki angka 70 tahun, komedian legendaris Mpok Atiek masih menunjukkan semangat membara di jagat hiburan Tanah Air. Namun, di balik tawa dan keceriaannya di layar kaca, tersimpan sebuah pengakuan mengejutkan yang mungkin tak banyak diketahui publik. Meski anak-anaknya kini telah hidup mapan dan berulang kali memintanya untuk menikmati masa pensiun dengan tenang, Mpok Atiek justru bersikeras tak bisa berhenti bekerja. Alasannya? Berdiam diri di rumah justru mendatangkan penyakit bagi tubuhnya!
Kisah ini terungkap saat pemilik nama asli Atiek Riwayati itu berbagi cerita di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026). Dengan nada penuh kasih, anak-anak Mpok Atiek seringkali membujuk ibunda tercinta untuk mengakhiri kariernya yang panjang. Mereka ingin melihat sang Mama menikmati hari tua tanpa harus banting tulang lagi, menjanjikan dukungan penuh.

"Sudah Mama istirahat aja di rumah. Kita semua bantu setiap bulannya untuk kebutuhan Mama. Mama ongkang-ongkang kaki aja, salat, bangun, salat malam, tahajud, and bla bla and bla bla’. Mama olahraga, Mama makan, leyeh-leyeh istilahnya ongkang-ongkang kaki," tiru Mpok Atiek, menggambarkan bujukan manis dari anak-anaknya yang ingin ia hidup nyaman dan damai.
Namun, tawaran menggiurkan untuk hidup santai itu ternyata tak semudah yang dibayangkan. Mpok Atiek pernah mencoba menuruti permintaan tersebut, mencoba menetap di rumah tanpa kegiatan syuting yang padat. Hasilnya? Jauh dari kata segar bugar. Percobaan untuk istirahat total itu justru membuat kondisi kesehatannya memburuk drastis.
"Dicoba, nggak sampai seminggu sakit," ungkap Mpok Atiek pilu. Tubuhnya yang terbiasa aktif dan berjuang sejak muda, seolah menolak untuk berdiam diri. Ia menjelaskan, kebiasaan bekerja keras sudah mendarah daging dalam dirinya sejak usia belia. "Memang dari muda biasa banting tulang kan dari nol besar hidup itu kan. Dari nol besar biasa berjuang, berjuang, berjuang, dan berjuang," kenangnya, menyoroti perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.
Bagi komedian kelahiran Cirebon ini, jiwa dan raganya telah terbentuk untuk selalu produktif. "Begitu tua terus duduk manis, cuma makan, salat, tidur, sakit. Jadi anak nggak bisa ngelarang, dia buktiin karena Mpok ditaruh di rumah tuh sakit," tegasnya. Aktivitas di luar rumah, bertemu banyak orang, dan menjalani rutinitas pekerjaan bukan lagi sekadar mencari nafkah, melainkan sebuah bentuk terapi fisik dan mental yang esensial. Ada kepuasan batin tersendiri yang ia rasakan saat bisa terus berkarya.
"Kalau Mpok nggak punya kegiatan, Mpok sakit. Itu percaya atau tidak kalau di rumah doang ya, ini maaf nih, kan anak-anak semua alhamdulillah udah pada mapan," pungkas Mpok Atiek, memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana produktivitas menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehatan dan kebahagiaannya di usia senja. Sebuah pengakuan jujur yang membuka mata kita tentang makna sejati dari hidup dan semangat untuk terus berkarya.






