Daus Mini Murka: ‘Suara Hantu’ Cemarkan Namaku!
Deteksi News – Dunia maya seolah menjadi panggung baru bagi drama tak terduga yang kini mengguncang komedian Daus Mini. Sosok mungil yang kerap mengundang tawa ini mendadak terhenyak oleh fenomena pencatutan nama dan identitasnya di platform TikTok. Bukan sekadar akun palsu biasa, Daus Mini mencurigai adanya modus licik yang melibatkan penggunaan pengubah suara (soundcard) oleh oknum misterius yang tak pernah menampakkan wajahnya, namun piawai menyebarkan ujaran kebencian.

Daus Mini mengungkapkan bahwa "siluman" digital ini beroperasi secara anonim, selalu dengan kamera dimatikan. Pelaku diduga sengaja memanipulasi suara agar terdengar mirip dirinya, lalu menyusup ke berbagai siaran langsung TikTok yang tengah membahas isu-isu kontroversial. Di sanalah, dengan identitas palsu Daus Mini, oknum ini melontarkan komentar provokatif dan ujaran kebencian, menciptakan kebingungan dan kemarahan di kalangan publik.
"Saya miris sekali, ujaran kebencian disebar atas nama saya. Si oknum ini, si ‘Mr. X’ ini, tidak pernah menampilkan wujudnya, selalu offcam, dan memakai efek suara atau soundcard. Jadi seolah-olah itu Daus Mini yang bicara," ungkap Daus dengan nada geram di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026) malam. Ia menambahkan bahwa akun palsu ini tidak membuat siaran langsung sendiri, melainkan aktif berkeliling, menyambangi live pengguna lain yang sedang ramai diperbincangkan, lalu menyisipkan narasi negatif yang merugikan.
Tak ingin berlarut-larut dalam kerugian, Daus Mini menggandeng kuasa hukum Zecky Alatas untuk mengambil langkah serius. Zecky menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi terbuka. Langkah ini diambil lantaran identitas asli pemilik akun hingga kini masih menjadi misteri. "Kenapa somasi terbuka? Karena kita tidak tahu ini siapa si ‘Mr. X’ ini. Apakah ini akun yang punya akun ini kan kita tidak tahu, siluman ini ya," kata Zecky. Ia menegaskan, jika dalam batas waktu yang ditentukan somasi ini tidak diindahkan, maka jalur hukum akan segera ditempuh.
Daus merasa tindakan ini telah sangat merugikan nama baiknya. Masyarakat, yang tidak mengetahui adanya pencatutan ini, mengira akun penyebar ujaran kebencian itu adalah miliknya. "Masyarakat mengira itu benar-benar saya, padahal bukan. Ini jelas mencemarkan nama baik dan melanggar UU ITE," tegas Daus, menekankan dampak serius dari aksi tak bertanggung jawab ini.
Melalui kasus yang menimpanya, Daus Mini dan tim kuasa hukumnya mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan cerdas dalam menerima informasi di media sosial. Mereka meminta publik untuk tidak mudah mempercayai akun yang mengatasnamakan figur publik tanpa terlebih dahulu memastikan keasliannya. Di era digital ini, verifikasi adalah kunci untuk menghindari jebakan "suara hantu" yang berpotensi mencemarkan nama baik dan merusak tatanan informasi.






