Deteksinews.co.id – Dunia hiburan tanah air kembali dikejutkan dengan perkembangan terbaru dari drama rumah tangga presenter ternama, Ruben Onsu. Di tengah proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ruben secara mengejutkan menyatakan kesiapannya untuk menarik kembali gugatan hak asuh anak yang selama ini menjadi sorotan publik.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk merebut pengasuhan anak-anaknya dari tangan sang mantan istri, Sarwendah. Ruben menyatakan bersedia mengikuti kesepakatan awal yang telah tertuang dalam Akta 39 pascaperceraian, di mana hak asuh tetap berada di bawah kendali sang ibu.

Namun, ada satu syarat mutlak yang diajukan oleh pihak Ruben agar gugatan tersebut dapat dicabut. Ruben menuntut agar hak-hak dasarnya sebagai ayah kandung dihormati sepenuhnya. Ia ingin memastikan bahwa akses untuk bertemu, berkomunikasi, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama buah hatinya tidak lagi terhambat oleh berbagai kendala teknis maupun emosional.
Minola Sebayang menjelaskan bahwa esensi dari persidangan yang tengah berlangsung saat ini sebenarnya bukanlah sebuah perebutan kekuasaan pengasuhan. Menurutnya, langkah hukum yang diambil Ruben adalah upaya terakhir yang terpaksa dilakukan karena merasa akses pertemuan dengan anak-anaknya terus dibatasi dan dipersulit secara sepihak.
"Pertarungan ini bukan mengenai siapa yang memegang hak asuh. Fokus utamanya adalah bagaimana hak Ruben sebagai seorang ayah dapat terpenuhi, termasuk haknya untuk berkumpul dan menjalin kedekatan dengan anak-anaknya tanpa hambatan," ujar Minola saat memberikan keterangan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pihak Ruben Onsu merasa keberatan jika waktu pertemuan dengan anak-anaknya harus selalu didikte oleh aturan-aturan sepihak yang dianggap memberatkan. Ruben, yang kini berusia 43 tahun, menginginkan adanya keseimbangan dan fleksibilitas dalam pembagian waktu pertemuan, sehingga ia tidak merasa seperti tamu yang harus mengikuti syarat-syarat ketat dari pihak sebelah.
Ia tidak ingin pertemuan tersebut terasa kaku atau terlalu banyak dikondisikan dengan aturan yang hanya menguntungkan satu pihak saja. Baginya, hubungan antara ayah dan anak adalah sesuatu yang alami dan tidak seharusnya dibatasi oleh birokrasi keluarga yang rumit.
Menutup keterangannya, Minola menyebutkan bahwa saat ini kondisi mental Ruben sudah jauh lebih stabil. Ia tidak lagi merasa takut atau tertekan dengan proses hukum yang berjalan. Ruben kini berada dalam posisi pasrah dan ikhlas terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
"Ruben sudah berada di posisi yang ikhlas. Apa pun hasil akhirnya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan majelis hakim yang akan memutus perkara ini," pungkas Minola. Kini, publik menanti bagaimana keputusan pengadilan akan memberikan jalan tengah bagi kebahagiaan anak-anak dan hak asasi seorang ayah.






