Deteksinews.co.id – Kesibukan yang luar biasa di dunia hiburan seringkali menjadi pisau bermata dua bagi para pesohor. Di satu sisi, karier yang melesat memberikan kepuasan profesional, namun di sisi lain, hal tersebut kerap mengorbankan momen berharga bersama orang-orang tersayang. Fenomena inilah yang tengah dirasakan oleh aktris berbakat, Cinta Laura.
Artis berdarah Jerman-Indonesia ini baru-baru ini membuka suara mengenai sisi personal kehidupannya yang jarang tersorot kamera. Di balik gemerlap panggung dan jadwal syuting yang padat, Cinta mengaku sempat kehilangan banyak momen penting bersama kedua orang tuanya, Michael Kiehl dan Herdiana Kiehl.

Dalam sebuah kesempatan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Cinta mengungkapkan sebuah fakta yang cukup menyentuh hati. Ia mengakui bahwa selama satu dekade terakhir, frekuensi pertemuannya dengan sang ayah dan ibu sangatlah minim. Mengingat kedua orang tuanya kini telah menetap di Pulau Dewata, Bali, jarak menjadi tantangan tersendiri di tengah jadwalnya yang sangat ketat.
"Aku harus lebih sering ketemu orang tua. Bisa dibilang dalam 10 tahun terakhir, pertemuan kami mungkin hanya terjadi dua sampai tiga kali dalam setahun, itu pun durasinya sangat singkat," ungkap Cinta Laura dengan nada reflektif.
Cinta tidak menampik bahwa kondisi ini terjadi karena sifatnya yang sangat ambisius dalam mengejar karier. Sebagai sosok yang dikenal sangat pekerja keras atau workaholic, ia seringkali terjebak dalam rutinitas pekerjaan hingga lupa untuk mengambil jeda. Fokusnya yang terlalu tinggi pada profesionalisme membuatnya seolah-olah hanya hidup untuk urusan pekerjaan semata.
Namun, seiring berjalannya waktu, kesadaran baru mulai tumbuh dalam diri bintang serial Sleeping with My Enemies tersebut. Ia mulai menyadari bahwa kesuksesan materi dan popularitas tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran keluarga, terutama saat orang tua mulai memasuki usia senja.
Menatap penghujung tahun, Cinta telah menyusun rencana untuk memperbaiki hubungan emosionalnya dengan keluarga. Ia berharap bisa memanfaatkan momen libur akhir tahun di bulan Desember mendatang untuk benar-benar hadir secara utuh bagi orang tuanya.
"Mudah-mudahan Desember nanti, saat orang-orang sedang menikmati liburan Natal maupun tahun baru, aku bisa meluangkan waktu sekitar seminggu di Bali. Aku ingin benar-benar menikmati one-on-one time dengan orang tuaku," tambahnya.
Lebih dalam lagi, Cinta menyadari sebuah realitas pahit tentang kehidupan, yakni keterbatasan waktu. Ia merasa bahwa setiap detik yang berlalu membawa manusia selangkah lebih dekat pada akhir perjalanan hidupnya. Pertambahan usia telah memberinya pelajaran berharga bahwa kesempatan untuk berkumpul dengan orang tercinta adalah sesuatu yang tidak boleh ditunda-tunda.
"Kita semua bertambah tua setiap hari. Kita tidak pernah tahu seberapa lama kita akan ada di dunia ini, baik saat masih muda maupun saat sudah tua nanti. Jadi, aku sadar bahwa aku harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka," pungkasnya menutup pembicaraan.






