Betrand Peto Terseret Dugaan Kekerasan Seksual

Celina

Celina

Betrand Peto Terseret Dugaan Kekerasan Seksual

deteksinews.co.id – Dunia hiburan tanah air kembali dihebohkan dengan kabar mengejutkan. Penyanyi muda Alfonsus Toribio Tenkudi atau yang lebih dikenal sebagai Betrand Peto, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS). Laporan serius ini diajukan pada Sabtu 12 September 2026 oleh seorang perempuan berinisial ANW, menyusul insiden yang diduga terjadi di sebuah kelab malam kawasan SCBD Jakarta Selatan pada dini hari yang sama sekitar pukul 02.00 WIB.

Nathaniel Hutagaol, kuasa hukum ANW, menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat berupa kesaksian, meskipun tidak ada rekaman video atau CCTV yang mengabadikan kejadian di area toilet. Nathaniel menjelaskan bahwa kliennya sempat melakukan perlawanan saat dugaan insiden berlangsung. "Korban melakukan perlawanan, dan temannya menjadi saksi karena berada di toilet. Ada satu lagi teman yang memang melihat tindakan itu terjadi," ungkap Nathaniel di Kelapa Gading Jakarta Utara pada Minggu 13 September 2026. Ia berharap para saksi kunci dalam perkara ini dapat memperoleh perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Betrand Peto Terseret Dugaan Kekerasan Seksual
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

ANW sendiri memberikan kesaksian yang mengejutkan. Ia membantah adanya bujukan atau rayuan dari Betrand Peto sebelum dugaan insiden terjadi. "Tidak ada rayuan atau pancingan, dia langsung menyerang saya, dia mencium saya," tutur ANW. Meski demikian, ANW mengaku tidak mengetahui apakah Betrand Peto saat itu berada di bawah pengaruh alkohol. Pihak kuasa hukum memilih untuk menyerahkan sepenuhnya pembuktian terkait hal tersebut kepada proses hukum yang berlaku.

Monteri Marbun, kuasa hukum ANW lainnya, menambahkan bahwa keributan di lokasi kejadian sempat dipisahkan oleh petugas kelab. "Petugas di sana, seorang pelayan, yang memisahkan. Klien kami kemudian dibawa keluar, sehingga perselisihan itu berakhir," jelas Monteri. Namun, tidak ada tindak lanjut atau permintaan maaf dari pihak Betrand Peto pasca insiden. Kondisi inilah yang mendorong ANW untuk segera membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya setelah kejadian tersebut.

Nathaniel juga menjelaskan bahwa ANW dan temannya D bukanlah pengunjung rutin kelab malam tersebut, namun sudah beberapa kali datang untuk menikmati suasana musik dan minuman. ANW bahkan mengaku pernah berinteraksi dengan orang asing di tempat yang sama sebelumnya tanpa pernah mengalami masalah. "Mereka hanya penikmat suasana, datang untuk bersenang-senang dan berkenalan dengan teman baru," kata Nathaniel. Insiden tragis ini berlangsung singkat, dimulai saat D sempat pergi ke toilet, dan pada saat itulah ANW diduga ditarik oleh Betrand Peto. Ruangan privat tempat kejadian diduga berlangsung dihadiri oleh hampir 10 orang termasuk pelayan, dengan kelompok Betrand Peto sendiri terdiri dari enam orang, yakni empat pria dan dua wanita.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar