deteksinews.co.id – Bintang film Pemukiman Setan Daffa Wardhana bukan hanya piawai berakting namun juga seorang pelari maraton ulung. Baru-baru ini ia membagikan strategi jitu bagaimana tetap tenang dan fokus di tengah gempuran tekanan fisik maupun mental saat berlomba.
Menurut Daffa momen paling krusial dalam setiap perlombaan maraton seringkali muncul di penghujung jarak saat garis finis mulai terlihat. Kunci untuk menuntaskan tantangan ini bukanlah dengan memaksakan diri atau terburu-buru. Sebaliknya menjaga pikiran tetap jernih dan fokus adalah prioritas utama.

Pria yang juga putra dari Marini Zumarnis ini menjelaskan sebagai seorang pelari ia belajar bahwa tidak semua rintangan harus dihadapi dengan gegabah. Terkadang kita perlu menghela napas sejenak memastikan tubuh terhidrasi kembali mengisi energi dan kemudian mengarahkan kembali fokus pada langkah selanjutnya.
Filosofi ini Daffa yakini tidak hanya relevan di lintasan lari namun juga sangat aplikatif dalam menghadapi hiruk pikuk kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan dan berbagai gangguan. Di tengah derasnya informasi dan tuntutan yang tiada henti kemampuan untuk menjaga ketenangan dan bersikap adem justru menjadi kekuatan yang memungkinkan kita melangkah lebih jauh dan mencapai tujuan.
Semangat untuk tetap tenang dan fokus atau yang dikenal sebagai Kaum Adem menurut Daffa juga harus diwujudkan melalui kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Selain aktif berlari Daffa juga terjun langsung dalam kegiatan sosial bersama komunitasnya mengampanyekan pentingnya donor darah terutama bagi para penyintas talasemia. Melalui aktivitas lari saya berupaya meningkatkan kesadaran publik serta memberikan edukasi mengenai penyakit talasemia imbuhnya.
Inisiatif Daffa Wardhana ini selaras dengan pesan yang diusung oleh merek minuman Aqua. Melalui diskusi bertajuk Finding Your Calm in the Age of Chaos dalam rangkaian IDEAFEST 2026 Aqua mengajak masyarakat luas untuk mendalami makna sejati dari bersikap adem.
Riza Rahman Head of Brand Aqua menjelaskan saat ini kita hidup di tengah banjir informasi yang tak ada habisnya. Seringkali kita merasa harus segera merespons semuanya padahal tidak semua hal memerlukan reaksi instan. Dalam situasi seperti ini selalu ada individu yang memilih untuk berhenti sejenak menata diri lalu merespons dengan lebih bijak. Mereka inilah yang kami sebut sebagai Kaum Adem.
Bersikap adem bukan berarti menghindar dari tantangan atau berhenti bergerak. Sebaliknya ini adalah kemampuan untuk tetap tenang adaptif dan sepenuhnya hadir dalam setiap situasi. Dengan demikian seseorang dapat memberikan dampak positif baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Sebagai bangsa kita memiliki warisan budaya yang menjunjung tinggi kebersamaan dan keharmonisan. Kami meyakini bahwa karakter adem sebenarnya sudah melekat dalam identitas masyarakat Indonesia. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana terus menjaga nilai tersebut di tengah laju perkembangan zaman yang begitu pesat sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar melalui sikap yang positif dan penuh kesadaran tutup Riza Rahman.






