deteksinews.co.id – Aktor sekaligus penyanyi senior Jaja Mihardja ternyata masih menyimpan hasrat kuat terhadap beberapa hidangan yang sebenarnya telah dilarang keras oleh dokter. Meskipun kondisi kesehatannya sempat menurun drastis akibat berbagai komplikasi, Jaja mengaku sesekali masih "bandel" menyantap durian dan kepala kambing, dua makanan yang masuk daftar hitam baginya.
Kondisi kesehatan Jaja Mihardja memang bukan main-main. Ia pernah berjuang melawan infeksi paru-paru ginjal dan usus ditambah diabetes serta pembengkakan pembuluh darah di kaki. Pengalaman pingsan dan tak sadarkan diri usai mengisi acara televisi atau salat Asar pun pernah ia alami membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Oleh karena itu keluarganya kini sangat ketat memantau asupan makanannya terutama sang putri yang menjadi "polisi" pribadinya.

"Itu dua tuh duren sama kambing kalau bisa mah dilarang enggak boleh" tutur Jaja Mihardja sembari tertawa saat ditemui di sebuah acara di Jakarta. Namun ia tak menampik bahwa godaan untuk menikmati hidangan terlarang itu seringkali tak terbendung. "Tapi kalau dia meleng gua makan! Kan gua yang nyari duitnya ngapa…" celetuknya dengan nada jenaka mengisyaratkan bahwa ia punya cara sendiri untuk mengakali pengawasan keluarganya.
Sang putri menjadi pihak yang paling sering mengingatkan Jaja untuk menjaga pola makannya. Mereka memastikan bahwa tidak ada satu pun makanan yang masuk daftar larangan dokter sampai ke piringnya. "Ya udah pokoknya yang dilarang sama dokter kan ada resepnya tuh lu jangan makan… dilarang habis sama anak" jelasnya menggambarkan betapa seriusnya pengawasan tersebut.
Di sela obrolan tentang pola makannya Jaja Mihardja juga sempat mengenang perjalanan panjangnya di industri hiburan. Ia menceritakan bahwa kiprahnya di dunia film sudah dimulai jauh sebelum banyak aktor senior dikenal. "Wah jebot lah…" ujarnya mengisyaratkan betapa lamanya ia berkecimpung di layar lebar.
Saat ditanya apakah era film tersebut sekitar tahun 1960-an atau 1970-an Jaja hanya bisa tertawa dan mengaku lupa detail waktu. "Lupa umurnya pokoknya udah lama. Udah pokoknya lupa udah" katanya. Yang menarik di awal kariernya sebagai aktor Jaja tidak menerima bayaran berupa uang. Ia hanya diberi makanan lezat selama proses syuting. "Enggak dibayar. Dikasih makan enak aja pokoknya. Pagi kita datang syuting. Alhamdulillah" kenangnya penuh syukur.
Sebelum dikenal sebagai penyanyi Jaja ternyata sudah terbiasa menghibur orang dalam pertunjukan tukang obat. Pengalaman inilah yang menjadi salah satu cikal bakal perjalanan bermusiknya. Ia mengisahkan suasana pertunjukan tukang obat yang pernah diikutinya di mana seorang tukang obat bernama Abdul Khair menjadi bagian dari pengalaman awal bernyanyi. "Dulu tukang obat namanya Abdul Khair. Kalau mau main dipasang kapur dulu kapur… selapangan badminton. Enggak boleh lewat dari situ. Dia nyanyi dulu tuh. Gitu mulanya" pungkas Jaja menutup kisahnya dengan senyum.






