Denada Viral di Dapur Ternyata Tak Bisa Masak

Celina

Celina

Denada Viral di Dapur Ternyata Tak Bisa Masak

deteksinews.co.id – Jagat maya tengah dihebohkan dengan aksi selebriti Denada di dapur. Konten memasaknya mendadak viral, bukan karena keahliannya, melainkan tingkah polah yang jujur dan mengundang tawa. Siapa sangka, di balik penampilannya yang anggun, Denada justru mengaku sama sekali tidak berbakat dalam urusan meracik bumbu dan mengolah bahan makanan.

Momen-momen lucu terekam kamera saat Denada, yang tampil anggun berbalut piyama, justru terlihat canggung di area dapur. Dari cara mencuci jamur enoki yang unik, merobek sawi dengan tangan kosong, hingga kebingungannya menghadapi daging beku di dalam panci, semua menjadi sorotan. Tak jarang, ia blak-blakan mengakui hasil masakannya kadang keasinan. Bahkan, presenter kondang Sarah Sechan ikut berkomentar, terkejut mengingat Denada pernah piawai membagikan resep sop ayam.

Denada Viral di Dapur Ternyata Tak Bisa Masak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Denada tak menampik, sop ayam memang satu-satunya menu yang ia kuasai. Namun, untuk urusan memasak secara umum, ia merasa jauh dari kata mahir. Saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Denada menjelaskan bahwa konten dapurnya dibuat secara santai, seringkali direkam pada malam hari. "Konsepnya memang begitu, dinikmati saja. Aku senang lho, karena syutingnya sering malam. Pernah jam 11 atau setengah 12 malam aku masih di dapur, masak-masak," ungkapnya.

Fenomena ini rupanya memicu banyak warganet untuk mencoba resep ala Denada. Ia bahkan menerima pesan langsung dari seorang ibu yang mengaku memasak ulang salah satu menunya pada tengah malam. "Ada yang DM aku, nge-tag aku, dia recook jam setengah 12 malam. Ibu-ibu di rumah mungkin lagi gabut, terus ngelihat aku jadi pengen jajan," ceritanya.

Pelantun lagu "Jogetin Aja" ini mengakui dirinya memang tidak memiliki pengalaman atau ketertarikan mendalam terhadap dunia kuliner. "Aku merasa sebagai seseorang yang sangat amat tidak berpengalaman dan tidak punya passion. Aku memang nggak punya passion buat masak," tegas Denada. Ia pernah mencoba belajar memasak saat tinggal di Singapura bersama asistennya, Mas Romi, karena terpaksa. Namun, upaya itu tak bertahan lama. "Akhirnya kita jadi ngerti masak, tapi akhirnya nyerah aku," kenangnya.

Kini, Denada dan Mas Romi telah membagi tugas. Mas Romi lebih banyak bertanggung jawab di dapur, sementara Denada fokus pada pekerjaan lain. "Jadi aku bilang sama dia, ya sudah kita bagi tugas saja. Mas Romi yang masak, aku yang bagian beres-beres atau cuci bersih," jelasnya.

Menanggapi berbagai komentar warganet tentang caranya memotong bahan atau rasa masakannya yang kadang tak konsisten, Denada santai. Ia menegaskan bisa memotong cabai, hanya saja tidak sefleksibel mereka yang terbiasa. "Bisa! Aku bisa motong cabai. Cuma jangan harapkan aku motong cabai seluwes itu, karena memang aku nggak bisa. Boleh dong, aku memang begitu," ujarnya. Baginya, yang terpenting adalah menikmati prosesnya. "Yang penting kan enak. Walaupun kadang enak, kadang keasinan, kadang kepedesan, kadang hambar. Tapi ya nggak apa-apa, aku nikmati saja, itu caraku menikmati waktu," imbuhnya.

Belakangan, Denada mulai tertarik mencoba resep makanan sehat. Ia sering mencari ide dan meminta tim di rumah untuk membuatnya. "Masak sehat. Aku berusaha untuk… aslinya memang suka nyari-nyari. Tapi biasanya kalau sudah dapat, aku kirim ke tim di rumah. ‘Mungkin yang ini dong, cobain dong bikin ini, pengen deh yang kayak gini,’" bebernya. Meskipun banyak pilihan makanan sehat di luar, ia senang bisa menikmatinya dari rumah dan terbiasa membawa bekal.

Namun, jika sedang berkumpul dengan sahabat dan ada agenda masak bersama, Denada justru diminta untuk bersantai. "Kalau kita lagi kumpul-kumpul masak-masak, jangan diharapin (aku masak). Dia suruh duduk saja. ‘Duduk, makan, cantik, foto-foto, sudah’. Memang nggak bakat," pungkasnya. Ia juga menduga kuku panjangnya mungkin turut menjadi faktor yang membuatnya kurang leluasa di dapur. "Mungkin juga, bisa jadi karena kuku panjang juga. Mungkin juga karena memang nggak luwes juga. Mungkin juga karena memang tidak terbiasa sesering itu juga," tutup Denada.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar