deteksinews.co.id – Bintang senior Minati Atmanagara baru-baru ini membagikan pengalaman pahitnya menjalani operasi besar pada tulang panggul. Insiden jatuh yang terjadi hampir satu dekade silam, yang awalnya dianggap sepele, ternyata menyimpan masalah serius yang baru terungkap belakangan. Kini, setelah sepuluh bulan pascaoperasi, Minati menunjukkan pemulihan yang signifikan dan bahkan sudah bisa beraktivitas tanpa bantuan tongkat.
Dalam sebuah sesi wawancara, Minati mengisahkan kembali detik-detik mengerikan saat ia terjatuh di lokasi syuting sekitar delapan tahun silam. Akibat kelincahan yang berlebihan dan kurangnya kewaspadaan terhadap anak tangga kecil, ia limbung dan menghantam panggul kanan. Anehnya, kala itu ia merasa baik-baik saja, bahkan melanjutkan rutinitas syuting dan senam seperti biasa selama bertahun-tahun tanpa menyadari cedera serius yang mengintai.

Namun, seiring waktu, rasa nyeri mulai menghantui. Nenek kelahiran 1959 ini sempat mengira hanya pegal biasa dan mencoba fisioterapi, namun kondisinya tak kunjung membaik. Pola jalannya pun mulai berubah, diseret-seret, hingga akhirnya ia memutuskan memeriksakan diri ke dokter ortopedi awal tahun lalu. Hasilnya mengejutkan: tulang panggulnya sudah mencapai grade 4, dengan bonggol dan tempurung yang menempel total akibat cedera lama yang tak tertangani.
Beruntung, kondisi tulang Minati yang tergolong prima memungkinkan dokter menawarkan solusi inovatif berupa operasi sel punca. Prosedur ini melibatkan pengeboran hingga ke panggul untuk memasukkan stem cell. Meskipun operasi itu sendiri berlangsung singkat dan tanpa rasa sakit berkat bius, Minati mengakui lima hingga enam jam setelah efek bius hilang, rasa nyeri luar biasa menyerang, seolah-olah tulangnya benar-benar dibor.
Sepuluh bulan pascaoperasi, Minati masih merasakan ngilu, namun ia menegaskan rasa sakit itu tidak separah sebelumnya dan merupakan bagian dari proses pemulihan. Hasil rontgen terbaru menunjukkan perkembangan positif: tulang panggulnya kini lebih padat dan sendinya mulai terlepas. Untuk mempercepat penyembuhan, ia rutin menjalani terapi air dan memanggil terapis ke rumah guna memperbaiki pola jalannya yang sempat terganggu. Sebuah perjuangan panjang yang kini membuahkan hasil manis.






