deteksinews.co.id – Pendiri RANS Entertainment Raffi Ahmad baru-baru ini membocorkan ambisi besarnya untuk menggelar festival musik berskala global yang digadang-gadang setara dengan Coachella. Gagasan spektakuler ini merupakan bagian dari strategi ekspansi aset kekayaan intelektual (IP) RANS, menandai puncak perjalanan tujuh tahun perusahaan yang berawal dari sebuah garasi hingga kini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Raffi menjelaskan, perhelatan akbar ini akan berdiri terpisah dari RANS Carnival yang sudah ada, dengan tujuan utama menarik khalayak internasional ke Indonesia. Ia mengungkapkan rencana ini saat memaparkan perkembangan bisnis RANS, menegaskan bahwa festival tersebut bukan hanya sekadar acara, melainkan sebuah IP yang akan terus dikembangkan.

"Ini yang tadi kita pernah bilang kita akan bikin yang seperti Coachella, maksudnya konser internasional, konser internasional," ujar Raffi Ahmad di sebuah kesempatan di Jakarta Selatan.
Respons positif mengalir deras dari jajaran kolega RANS terhadap ide brilian ini. Raffi berharap, festival tersebut akan menjelma menjadi wadah raksasa yang mampu mengundang wisatawan mancanegara, memberikan kontribusi signifikan serta efek domino positif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. "Kita bikin wadah besar, event yang mendatangkan orang-orang internasional ke Indonesia. Itu impact-nya sangat luar biasa, berdampak ke seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.
Di balik visi megah ini, RANS Entertainment telah menempuh perjalanan panjang penuh liku. Nagita Slavina, co-founder RANS, mengenang bagaimana bisnis yang ia bangun bersama Raffi ini berawal dari markas sederhana di sebuah garasi dengan jumlah karyawan yang masih minim. Kini, tujuh tahun berselang, RANS telah bertransformasi menjadi konglomerasi dengan diversifikasi usaha dan aset IP beragam, hingga akhirnya sukses menembus lantai bursa.
Nagita menekankan bahwa sinergi apik antara entitas bisnis, merek, kreator, dan wadah digital mampu menciptakan dampak yang jauh lebih luas. Ia juga memaparkan evolusi kerja sama RANS dengan mitra bisnis, yang awalnya fokus pada konten dan aktivasi, kini merambah pengembangan berbagai IP baru seperti destinasi wisata Cipung Land, RANS Carnival, hingga The Dudas Minus One.
Raffi Ahmad menambahkan, pertumbuhan RANS bukan semata soal angka-angka bisnis. Baginya, kelincahan beradaptasi dengan dinamika teknologi dan pergeseran selera pasar menjadi kunci utama untuk bertahan di industri hiburan yang selalu berubah. Ia mencontohkan transisi dari media konvensional ke digital, tren konser, hingga fenomena live streaming. "Harus cepat berubah, dari ada media konvensional, contoh, ada media digital, ada sekarang lagi hebat-hebatnya misalnya di konser. Tiba-tiba lagi ramai sekarang di live streaming, di mana pun itu, ini harus kita cepat gitu beradaptasi," pungkas Raffi.






