deteksinews.co.id – Presenter kondang Ruben Onsu dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan. Kabar ini muncul di tengah panasnya konflik hukum terkait perebutan hak asuh anak dengan Sarwendah. Nanda Persada, mantan manajer sekaligus karib dekatnya, menjadi saksi mata perubahan ini setelah menjenguk Ruben pasca kepulangannya dari ibadah Umrah.
Dalam pertemuan tersebut, Nanda mengamati perubahan signifikan pada kondisi fisik maupun mental ayah tiga anak itu. Ruben tampak sangat terbebani, diliputi tekanan hebat, dan terlihat jauh dari kata sehat. Menurut Nanda, akumulasi beban pikiran yang terpendam selama ini mulai berefek serius pada kesehatannya. Ia menyebut, Ruben terlihat sangat banyak pikiran, stres, dan kelelahan mendalam, seolah energinya terkuras habis.

Puncak kesedihan Ruben Onsu terungkap setelah ia menyaksikan respons anak-anaknya yang terasa dingin dan kaku saat bertemu di bandara beberapa waktu lalu. Momen krusial tersebut menjadi titik balik yang menjatuhkan mentalnya ke titik terendah, hingga ia tak henti memanjatkan doa mencari solusi selama perjalanan di pesawat.
Nanda Persada juga menyampaikan pengakuan jujur dari presenter berusia 42 tahun itu mengenai kelelahan mendalamnya. Ruben merasa letih menghadapi konflik pribadi yang kini menjadi konsumsi publik. Ia mengungkapkan, terpaksa menempuh jalur litigasi dan angkat bicara di ranah publik lantaran jalur komunikasi kekeluargaan telah menemui kebuntuan. Ruben merasa situasi ini tidak membanggakan, justru menyedihkan, namun ia merasa tak punya pilihan lain.
Kondisi mental dan fisik Ruben Onsu disebut Nanda telah mencapai titik nadir. Ia benar-benar terlihat sangat kelelahan. Keputusan untuk membawa persoalan pengasuhan anak ke ranah hukum merupakan langkah pamungkas yang diambil dengan berat hati, semata demi kepentingan masa depan anak-anaknya. Ruben merasa terpaksa angkat bicara di media sosial dan menempuh jalur hukum karena komunikasi yang buntu serta perlunya menjelaskan banyak hal kepada publik.
Ruben Onsu diketahui telah melayangkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026 melalui tim kuasa hukumnya. Sidang perdana kasus ini dijadwalkan akan digelar pada 15 Juli 2026 mendatang.






