Manohara: Tangisan Pilu Orangutan, Momen Hidupku Berubah!

Celina

Celina

Deteksi News – Siapa sangka, sosok Manohara Odelia Pinot yang dulu dikenal sebagai model dan sosialita glamor, kini menjelma menjadi garda terdepan pelestarian satwa dan lingkungan hidup. Sebuah momen tak terlupakan, sebuah tangisan pilu dari seekor bayi orangutan, menjadi titik balik yang mengguncang jiwanya dan mengubah seluruh arah hidupnya secara drastis.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Manohara, dengan pesonanya yang tak lekang oleh waktu, kini mendedikasikan diri sepenuhnya pada isu-isu konservasi. Ia berbagi kisah inspiratif tentang bagaimana ia terjun langsung sebagai relawan, sebuah perjalanan yang dimulai dari sebuah pertemuan yang tak terduga beberapa tahun silam.

“Pertama kali saya jadi relawan untuk hewan itu, kami menjemput bayi orangutan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS),” kenang Manohara Odelia dalam sebuah acara di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Momen itu bukan sekadar tugas, melainkan sebuah pembuka mata yang mengubah perspektifnya tentang kehidupan.

Di PPS, pemandangan yang tersaji begitu memilukan. Berbagai jenis satwa liar terkurung dalam kandang, dengan kondisi yang jauh dari kata ideal. “Pada saat itu di PPS banyak sekali hewan berbagai macam jenis yang dikandang dan bisa dibilang kondisinya tidak ideallah,” ujarnya, suaranya sarat keprihatinan. Pertanyaan besar pun muncul di benaknya, menggantung di udara: “Ini hewan-hewannya masa depan mereka akan seperti apa?”

Jawaban yang ia dapatkan justru semakin menusuk. Menyelamatkan hewan dari jerat perdagangan hanyalah permulaan. Realitas pahitnya, tidak ada cukup lahan hutan yang aman untuk mereka kembali, dan program rehabilitasi yang memadai untuk mengembalikan insting liarnya sangat minim. “Sayangnya banyak sekali yang hanya akan begitu saja karena tidak ada tempat untuk merilis mereka dan tidak ada program-program rehabilitasi untuk mereka,” ungkap Manohara, menggambarkan keputusasaan yang ia rasakan.

Di sinilah titik balik itu terjadi. Manohara menyadari kebenaran fundamental yang selama ini mungkin luput dari perhatian banyak orang: kesejahteraan hewan tak bisa dipisahkan dari kelestarian alam itu sendiri. “Pada saat itu saya baru benar-benar sadar bahwa kesejahteraan hewan itu tidak bisa dipisahkan dengan konservasi, dengan kesejahteraan alam. Jadi if you really care about animals, you have to care about nature because one can’t exist without the other,” tegasnya, menyoroti keterkaitan yang tak terpisahkan antara makhluk hidup dan habitatnya.

Sejak pencerahan itu, Manohara tak pernah lelah menyuarakan pentingnya menjaga habitat alami satwa liar. Melalui platform media sosialnya, ia aktif mengedukasi publik tentang dampak kerusakan hutan terhadap populasi hewan, dengan gaya yang mudah dicerna namun penuh makna. Ia percaya, setiap tindakan kecil dapat memicu perubahan besar.

“Kalau ekosistemnya rusak sekecil apa pun itu akan snowball effect dan ujung-ujungnya akan dampak ke kita juga sebagai user,” pungkasnya, mengingatkan bahwa nasib manusia dan alam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kisah Manohara adalah pengingat kuat bahwa empati terhadap satu makhluk kecil bisa menjadi pemicu revolusi pribadi yang berdampak luas bagi bumi kita.

(ahs/pus)

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar