Geger! Sarwendah Curhat Pilu di Komnas Perempuan, Ada Apa dengan Ruben?
Deteksi News – Jagat hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan kabar terbaru dari rumah tangga selebriti Sarwendah dan Ruben Onsu. Baru-baru ini, Sarwendah terlihat menyambangi Komnas Perempuan, memicu spekulasi dan tanda tanya besar di kalangan publik. Namun, Komisioner Komnas Perempuan, Irwan Setiawan, segera meluruskan status kedatangan sang artis. Ia menegaskan, kunjungan Sarwendah pada Selasa (23/6/2026) lalu itu bukanlah sebuah pengaduan resmi, melainkan sebatas konsultasi. Sebuah langkah awal yang mengisyaratkan adanya kegelisahan mendalam di balik senyum publiknya, terutama terkait polemik dengan Ruben Onsu.

Irwan Setiawan menjelaskan, pintu Komnas Perempuan selalu terbuka lebar bagi siapa pun yang membutuhkan perlindungan atau sekadar ruang diskusi tentang hak-hak perempuan. Untuk kasus Sarwendah, proses ini diawali dengan surat permohonan audiensi yang diajukan melalui tim kuasa hukumnya beberapa waktu lalu.
"Permohonan audiensi itu, beliau melalui pengacaranya mengatakan bahwa ingin berkonsultasi kepada tim dari Komnas Perempuan terkait dengan apa yang dia alami," ungkap Irwan Setiawan saat ditemui awak media di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Meski banyak mata tertuju dan sempat mengira Sarwendah telah melayangkan aduan, Irwan Setiawan kembali menekankan perbedaan krusial antara konsultasi dan pengaduan. Hingga detik ini, Komnas Perempuan masih fokus mendengarkan poin-poin kegelisahan yang disampaikan Sarwendah, tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut layaknya sebuah aduan formal.
"Poin isi suratnya itu ya seperti itu, dia ingin berkonsultasi apa yang dialami oleh klien kami di suratnya itu. Dan tentunya Komnas Perempuan, sesuai mandatnya, siapapun yang mau berkonsultasi, mau audiensi, atau misalkan melakukan pengaduan, itu silakan," jelasnya.
Lebih lanjut, Irwan memaparkan bahwa prosedur di Komnas Perempuan memiliki empat tahap utama: pengaduan, verifikasi, penyikapan, dan rekomendasi. Namun, untuk kasus Sarwendah, prosesnya masih ‘tertahan’ di pintu awal karena belum adanya berkas dokumen pengaduan yang diserahkan secara formal.
"Nah sayangnya yang kemarin itu kan belum sampai tahap pengaduan, tetapi hanya konsultasi saja belum sampai ke pengaduan. Nah kalau misalkan sampai ke pengaduan itu prosesnya tadi," terangnya.
Saat ini, bola panas keputusan ada di tangan Sarwendah. Pihak Komnas Perempuan masih menanti langkah lanjutan apakah ia akan meningkatkan status masalahnya menjadi aduan resmi atau tidak.
"Betul, karena kemarin di suratnya itu hanya konsultasi datang ke Komnas Perempuan untuk melakukan konsultasi situasi klien kami itu suratnya," pungkas Irwan.
Kehadiran Sarwendah di Komnas Perempuan ini bukanlah tanpa alasan. Ini merupakan babak baru dari perselisihan panjang yang tak kunjung usai dengan Ruben Onsu, terutama terkait pola pengasuhan anak-anak mereka. Sebelumnya, Ruben Onsu juga telah lebih dulu mendatangi KPAI untuk mengadukan hal serupa, menunjukkan kompleksitas permasalahan yang mereka hadapi. Dengan audiensi di Komnas Perempuan, Sarwendah seolah mencari ‘suaka’ perlindungan dari sudut pandang haknya sebagai seorang perempuan dan ibu, sebuah upaya untuk menemukan keadilan dan ketenangan di tengah badai rumah tangga yang melanda. Publik tentu menanti bagaimana kelanjutan dari ‘curhat’ Sarwendah ini dan apakah akan berujung pada langkah hukum yang lebih serius. Drama rumah tangga selebriti ini masih jauh dari kata usai.






