Celina

Celina

Air Mata Haru di Pusara Mpok Alpa: Alfatih Bawa Rapor!

Deteksi News – Sebuah kisah cinta tak terhingga kembali menggetarkan hati publik. Alfatih, putra semata wayang mendiang komedian Mpok Alpa, baru-baru ini mencuri perhatian dengan aksi tulusnya. Di usianya yang baru menginjak sembilan tahun, ia memilih untuk merayakan kenaikan kelasnya bukan dengan pesta atau hadiah, melainkan dengan mengunjungi makam sang bunda, membawa serta rapor sekolahnya. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan batin seorang anak dengan ibunya tak lekang oleh waktu, bahkan setelah maut memisahkan.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Suasana haru menyelimuti Jakarta pada Selasa (23/6/2026) lalu. Usai menerima rapor kenaikan kelas ke empat sekolah dasar, Alfatih tak langsung pulang. Ingatan akan sosok Mpok Alpa yang tahun lalu masih mendampinginya di momen penting itu, rupanya membekas dalam benaknya. Ia lantas melontarkan sebuah permintaan sederhana namun penuh makna kepada sang ayah, Aji Darmaji.

"‘Bah, kasih kabar Mami’, katanya gitu, ‘Biar Mami seneng’," tutur Aji Darmaji dengan suara bergetar, menahan gejolak emosi saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit. "Kayak gitu kan, saya langsung nyesek aja di hati ya, kayak ngembang air mata tuh nggak kuat. ‘Ya udah ayo’, udah langsung saya setir aja langsung ke sana. Berdua-duaan aja ama Alfatih kayak gitu." Sebuah pengakuan yang menggambarkan betapa dalamnya luka dan rindu yang masih dirasakan keluarga kecil ini.

Setibanya di tempat peristirahatan terakhir Mpok Alpa, Alfatih menunjukkan antusiasme luar biasa. Dengan langkah kecilnya, ia langsung menuju pusara sang bunda. Tanpa ragu, rapor yang berisi hasil jerih payahnya selama setahun itu diletakkan di atas makam. "Alfatih tuh seneng banget mau ngabarin Mami, lapor rapornya itu langsung ditaruh di makam ya, ditaruh di makam ya. Katanya, ‘Biar Mami lihat’," kenang Aji. Sebuah gestur polos yang menyimpan harapan besar agar sang ibu di alam sana bisa turut merasakan kebahagiaan putranya.

Aji Darmaji menegaskan, inisiatif menyentuh hati ini murni datang dari Alfatih sendiri. Tidak ada paksaan atau arahan dari orang dewasa di sekitarnya. "Iya dari dia, Alfatih emang ngomong yang minta. Katanya, ‘Biar Mami seneng’, kayak gitu. ‘Aku naik kelas’," jelas Aji. Bagi Alfatih, membagikan kabar baik ini adalah cara terbaik untuk membuat Mpok Alpa bangga, seolah sang ibu masih ada di sisinya, mendampingi setiap langkahnya.

Mpok Alpa sendiri telah berpulang pada Agustus 2025 setelah berjuang melawan penyakit kanker. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun semangat dan kenangan akan sosoknya tetap hidup dalam hati keluarga. Kini, Aji Darmaji seorang diri mengemban tugas sebagai orang tua tunggal. "Untuk saat ini ya, tahun ini kan nggak ada almarhum ya, saya sendiri semua yang ngejalanin kayak ambil rapor, kayak lihat nilai," ujarnya. Beruntung, Alfatih juga mendapat dukungan penuh dari kakak mendiang Mpok Alpa dalam hal belajar.

Kisah Alfatih ini bukan sekadar berita kenaikan kelas, melainkan sebuah narasi tentang kekuatan cinta yang melampaui batas kehidupan. Ini adalah pengingat bahwa kasih sayang seorang anak kepada ibunya adalah anugerah tak ternilai, yang terus bersemi meski raga telah tiada. Sebuah momen yang tak hanya membuat Mpok Alpa "senang" di alam sana, tetapi juga menyentuh jutaan hati yang mendengarnya, menegaskan bahwa cinta sejati takkan pernah mati.


Also Read

Tags

Tinggalkan komentar