Deteksi News – Pernahkah Anda terbangun di tengah malam karena tangisan anak yang tiba-tiba? Bayangan itu mungkin bukan sekadar mimpi buruk. Banyak orang tua khawatir ketika anak mereka sering terbangun di malam hari tanpa alasan jelas. Apakah ini tanda gangguan tidur, seperti night terror? Atau bagian dari tumbuh kembang anak?
Terbangun tengah malam bisa jadi indikasi gangguan tidur, misalnya night terror (teror tidur), di mana anak mengalami ketakutan hebat saat tidur dan tak mengingatnya setelahnya. Gangguan lain seperti sleepwalking (tidur sambil jalan) atau insomnia juga bisa jadi penyebabnya. Memahami penyebab dan solusinya penting agar anak tidur lebih nyenyak dan keluarga lebih tenang.

Artikel ini akan membahas penyebab night terror dan solusi terbaik agar anak tidur pulas tanpa terbangun dan menangis tengah malam. Semoga informasi ini membantu Anda menciptakan suasana tidur yang nyaman dan tenang untuk si kecil.
Apa Itu Gangguan Tidur pada Anak?
Menurut Dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A, Subsp. TKSP(K), dalam seminar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 18 Februari 2025, gangguan tidur ditandai dengan gangguan jumlah, kualitas, atau durasi tidur. 25-40% anak dan remaja mengalaminya, bahkan lebih tinggi pada anak dengan:
- Autism Spectrum Disorder (ASD) (40-80%)
- Disabilitas intelektual (34-86%)
- Keterlambatan perkembangan (46%)
- ADHD (25-40%)
Gangguan tidur berdampak signifikan pada fungsi sehari-hari anak, memengaruhi kesehatan fisik dan mental, perkembangan kognitif, suasana hati, konsentrasi, dan perilaku. 20-30% bayi, balita, dan anak prasekolah sering mengalami masalah memulai tidur dan terbangun tengah malam. Masalah ini tak hanya memengaruhi anak, tetapi juga keluarga.
Penyebab Gangguan Tidur pada Anak
Gangguan tidur bisa disebabkan oleh faktor intrinsik (internal) dan ekstrinsik (eksternal):
- Faktor Intrinsik: Perubahan irama sirkadian (misalnya pubertas), delayed sleep phase syndrome, dan gangguan pernapasan saat tidur seperti sleep disordered breathing (Obstructive sleep apnea/OSA).
- Faktor Ekstrinsik: Pola tidur tidak sehat, seperti konsumsi kafein sebelum tidur, dan penggunaan gawai (TV, iPad, ponsel, komputer, laptop) sebelum tidur.
Klasifikasi Gangguan Tidur
Gangguan tidur diklasifikasikan berdasarkan etiologi (penyebab) dan menurut The International Classification of Sleep Disorder-2. Artikel ini akan fokus pada parasomnia, perilaku abnormal saat tidur, seperti mimpi buruk, sleepwalking, dan night terror.
Night Terrors (Teror Tidur)
Night terror adalah gangguan tidur umum pada anak, ditandai dengan ketakutan hebat saat tidur, disertai teriakan, tendangan, kepanikan, dan gerakan tangan. Episode ini berlangsung 10-40 menit, terjadi setelah tidur NREM fase 3-4 (1/3 awal tidur). Umumnya terjadi pada anak usia 3-7 tahun dan berkurang pada usia 10 tahun. Meskipun menakutkan, prognosisnya baik karena biasanya hilang sendiri di usia 10 tahun.
Penyebab Night Terrors
Penyebab pasti night terror belum diketahui pasti. Para ahli menduga terjadi karena incomplete arousal dari fase tidur gelombang lambat, di mana anak ingin bangun tapi kesadarannya belum sepenuhnya pulih. Faktor lain yang diduga terkait:
- Hubungan kuat dengan sleepwalking
- Faktor genetik
- Penelitian Laganiere et al (2022) menunjukkan hubungan antara frekuensi sleep terror dengan kecemasan, depresi, dan reaktivitas emosional pada usia 4-5 tahun.
Membedakan Night Terrors dengan Mimpi Buruk
Sleep terror terjadi pada fase NREM, sedangkan mimpi buruk pada fase REM. Anak yang mengalami mimpi buruk bisa mengingat mimpinya, berbeda dengan anak yang mengalami sleep terror.
Apa yang Dapat Dilakukan?
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak tidur lebih nyenyak:
- Scheduled Awakenings: Membuat jadwal bangun tidur baru untuk menjaga pola tidur sehat dan membantu anak terbangun spontan, kembali tidur sendiri, dan memperbaiki konsolidasi tidur.
- Tindakan Pencegahan:
- Sleep hygiene: Rutinitas tidur yang konsisten.
- Kondisi kamar tidur: Nyaman, tenang, redup, tanpa gawai.
- Hindari kafein: Setidaknya 3 jam sebelum tidur.
- Hindari aktivitas fisik berat: Menjelang tidur.
Memahami penyebab dan solusi gangguan tidur sangat penting agar anak tidur lebih nyenyak. Dengan rutinitas baik dan lingkungan tidur yang nyaman, anak bisa beristirahat dengan tenang.






