Anak Takut Salah? Waspada Gaya Parenting VOC!

Nuraini

Nuraini

Anak Takut Salah? Waspada Gaya Parenting VOC!

Deteksi News – Hai, para orang tua! Di dunia pengasuhan anak, istilah "VOC" tak hanya terkait sejarah kolonial. Istilah ini kini juga menggambarkan gaya parenting yang otoriter, kaku, dan minim komunikasi dua arah. Orang tua menjadi pusat kendali, anak wajib patuh tanpa banyak tanya. Meski niatnya baik—mendidik anak disiplin dan patuh—konsekuensinya bisa tak disadari. Gaya ini masih umum, terutama di lingkungan yang menekankan hierarki dan kepatuhan. Orang tua merasa anak harus nurut demi "kebaikan" mereka, tanpa penjelasan. Mirip dengan authoritarian parenting, dampak jangka panjangnya perlu diperhatikan.

Berdasarkan berbagai sumber, berikut karakteristik anak yang dibesarkan dengan gaya parenting VOC:

Anak Takut Salah? Waspada Gaya Parenting VOC!
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net
  1. Disiplin, Tapi Takut Salah: Anak tertib dan patuh, namun takut berbuat salah dan memiliki harga diri rendah. Keteraturan itu tercipta dari rasa takut dimarahi atau mengecewakan orang tua, menghambat keberanian mencoba hal baru dan belajar dari kesalahan.

  2. Harga Diri Rendah: Kurangnya dukungan emosional membuat anak hanya merasa dihargai saat memenuhi ekspektasi orang tua. Ini membentuk harga diri rendah, keraguan diri, dan ketergantungan pada pengakuan orang lain.

  3. Sulit Mengekspresikan Emosi: Komunikasi satu arah membuat anak kesulitan mengenali dan menyampaikan perasaan. Mereka terbiasa memendam emosi, yang bisa berujung pada kesulitan berkomunikasi secara emosional atau meledak-ledak saat tertekan.

  4. Pandai Menyesuaikan Diri, Tapi Minim Inisiatif: Anak pandai membaca situasi dan menyesuaikan diri, namun pasif tanpa arahan. Mereka kurang percaya diri mengambil keputusan sendiri atau mencoba hal baru karena terbiasa diarahkan.

  5. Prestasi Akademik Tinggi, Tapi Bukan Karena Motivasi Intrinsik: Anak berprestasi karena takut dimarahi, bukan karena minat belajar. Proses belajar menjadi beban, bukan kesenangan.

  6. Rentan Stres dan Kecemasan: Tekanan tinggi dan minim dukungan emosional membuat anak rentan stres, kecemasan, insomnia, bahkan depresi. Mereka merasa kewalahan dan menganggap kesalahan sebagai hal fatal.

Sebagai orang tua, mari kita evaluasi gaya pengasuhan kita. Apakah kita termasuk menerapkan gaya parenting VOC? Mari beralih ke pendekatan yang lebih bijak dan mendukung perkembangan anak secara holistik. Ingat, anak butuh ruang untuk berkembang, bukan hanya untuk memenuhi ekspektasi kita.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar