Deteksi News – Pernahkah Anda melihat si kecil tiba-tiba terkejut, tangan dan kakinya terentang, lalu menangis? Jangan panik dulu, Ayah Bunda! Kemungkinan besar itu adalah refleks Moro, reaksi alami bayi yang kerap membuat orang tua cemas. Sebagai orang tua, memahami refleks ini penting agar kita bisa menenangkan si kecil dan memastikan perkembangannya berjalan baik.
Refleks Moro, juga dikenal sebagai refleks terkejut, adalah gerakan refleks tak sadar yang normal terjadi pada bayi baru lahir. Reaksi ini muncul sebagai respons terhadap rangsangan mendadak, seperti suara keras, gerakan tiba-tiba, atau perubahan posisi yang mengejutkan. Bayangkan, dunia baru yang tiba-tiba ia hadapi pasti sedikit menakutkan, bukan? Refleks ini sebenarnya menunjukkan bahwa sistem saraf bayi berfungsi dengan baik. Ia berkembang di dalam kandungan, sekitar minggu ke-28 hingga ke-32 kehamilan, dan sepenuhnya aktif saat lahir. Secara bertahap, refleks ini akan menghilang antara usia 2 hingga 6 bulan.

Ciri-ciri refleks Moro cukup khas. Bayi akan merentangkan tangan dan kakinya secara tiba-tiba, jari-jarinya mengepal, lalu kembali ke posisi semula. Seringkali disertai dengan tangisan. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, ini adalah reaksi normal.
Penyebabnya beragam, mulai dari suara keras, gerakan tiba-tiba, hingga perubahan posisi yang mendadak. Memahami penyebabnya membantu kita mengantisipasi dan menenangkan bayi dengan lebih efektif. Misalnya, hindari gerakan tiba-tiba saat menggendongnya.
Kapan kita perlu khawatir? Meskipun umumnya normal, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai. Jika refleks Moro berlangsung lebih lama dari usia 6 bulan, tidak simetris (hanya terjadi di satu sisi tubuh), atau disertai gejala lain seperti kejang atau kesulitan makan, segera konsultasikan dengan dokter. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional jika Anda merasa ada yang tidak beres.
Ingat, Ayah Bunda, perkembangan setiap bayi unik. Dengan memahami refleks Moro, kita dapat lebih tenang menghadapi fase awal kehidupan si kecil dan memberikan perawatan terbaik. Tetap waspada, namun jangan panik. Konsultasi dengan dokter selalu menjadi langkah bijak untuk memastikan kesehatan dan perkembangan si kecil.






