Lidah Bayi Terikat? Jangan Panik Dulu!

Nuraini

Nuraini

Lidah Bayi Terikat? Jangan Panik Dulu!

Deteksi News – Sebagai orang tua, pasti kita selalu ingin yang terbaik untuk buah hati kita. Ketika dokter mendiagnosis bayi kita dengan tongue-tie atau ankyloglossia, kecemasan seringkali muncul. Kondisi ini, di mana selaput di bawah lidah (frenulum) terlalu pendek atau kaku, membatasi pergerakan lidah dan bisa memengaruhi kemampuan menyusui, bicara, bahkan kesehatan mulut secara keseluruhan. Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah setiap kasus tongue-tie perlu diatasi dengan operasi pemotongan frenulum (frenotomi)?

Jawabannya, tidak selalu. Banyak orang tua merasa tertekan karena informasi yang simpang siur. Ada yang menyarankan operasi segera, sementara yang lain mengatakan bahwa intervensi bedah tidak selalu diperlukan, terutama jika tongue-tie masih tergolong ringan. Nah, mari kita bahas lebih lanjut.

Lidah Bayi Terikat? Jangan Panik Dulu!
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Tongue-tie memang bisa mengganggu, tetapi tidak semua kasus memerlukan pisau bedah. Faktanya, banyak kasus ringan yang bisa diatasi dengan teknik menyusui yang tepat, bimbingan konselor laktasi, dan pemantauan rutin. Operasi hanya dipertimbangkan jika tongue-tie benar-benar menghambat fungsi oral si kecil dan upaya non-invasif telah dicoba.

Perlu diingat, frenotomi, walau tergolong prosedur sederhana, tetap memiliki risiko seperti perdarahan, infeksi, atau pembentukan jaringan parut. Selain itu, terdapat miskonsepsi bahwa tongue-tie selalu menyebabkan keterlambatan bicara, padahal belum tentu demikian. Jangan sampai kita terjebak dalam overdiagnosis dan overtreatment.

Sebelum memutuskan operasi, konsultasikan dengan dokter spesialis yang tepat, seperti dokter spesialis bedah anak, bedah mulut, atau THT-BKL. Mereka yang memiliki kompetensi dan wewenang untuk melakukan prosedur ini. Dokter anak umum, konselor menyusui, atau konsultan laktasi tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan frenotomi.

Ingatlah prinsip utama dalam dunia medis: "Do No Harm". Jangan terburu-buru memutuskan operasi sebelum mencoba pendekatan non-invasif terlebih dahulu. Prioritaskan dukungan menyusui yang komprehensif, teknik menyusui yang benar, dan bimbingan dari tenaga medis yang berpengalaman. Kesejahteraan bayi kita harus selalu menjadi pertimbangan utama, bukan hanya tindakan medis yang terkesan cepat dan mudah. Dengan informasi yang tepat dan konsultasi yang menyeluruh, kita dapat membuat keputusan terbaik untuk si kecil.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar