Stop Jadi Polisi Baik-Jahat!

Nuraini

Nuraini

Stop Jadi Polisi Baik-Jahat!

Deteksi News – Pernahkah Anda dan pasangan merasa seperti terjebak dalam permainan "polisi baik-polisi jahat" saat mengasuh anak? Salah satu orang tua selalu menjadi yang tegas, sementara yang lain menjadi sosok yang lebih permisif. Strategi ini mungkin terlihat ampuh dalam jangka pendek, namun berdampak negatif dalam jangka panjang. Pengasuhan yang terpolarisasi ini justru membingungkan anak, menghambat komunikasi terbuka, dan merusak rasa hormat mereka terhadap orang tua. Alih-alih menciptakan lingkungan yang harmonis, justru memicu konflik dan manipulasi.

Lalu, bagaimana cara menghentikan siklus ini dan membangun tim pengasuhan yang solid? Kuncinya adalah komunikasi. Komunikasi yang terbuka dan konsisten adalah pondasi utama. Luangkan waktu untuk mendiskusikan pendekatan pengasuhan, aturan, konsekuensi, dan batasan yang jelas. Pastikan Anda dan pasangan sepakat dan memahami pendekatan yang sama.

Stop Jadi Polisi Baik-Jahat!
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Perbedaan pendapat memang wajar, namun hindari berdebat di depan anak. Cari waktu yang tepat untuk berdiskusi secara pribadi dan mencapai kesepakatan. Dengan menunjukkan kesatuan, Anda memberikan contoh yang baik bagi anak tentang cara menyelesaikan konflik. Dengarkan secara aktif dan empatik, pahami perspektif pasangan dan anak, dan validasi perasaan mereka. Bangun kepercayaan dan perkuat hubungan keluarga.

Pembagian tanggung jawab juga penting. Libatkan diri dalam mendisiplinkan anak, menegakkan aturan, dan membimbing mereka. Berbagi tugas pengasuhan lainnya, seperti menyiapkan makanan atau membantu pekerjaan rumah, juga penting. Anak akan merasa dicintai dan didukung oleh kedua orang tua. Pembagian tugas tidak harus sama persis, sesuaikan dengan kemampuan dan jadwal masing-masing. Yang terpenting adalah rasa saling menghargai dan kontribusi yang signifikan.

Ketika salah satu orang tua mendisiplinkan anak, orang tua lainnya harus mendukung, meskipun tidak sepenuhnya setuju dengan pendekatannya. Dukungan ini menunjukkan kesatuan kepada anak. Hindari mengkritik pasangan di depan anak. Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa syarat. Disiplin harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan pengertian, bukan dengan kemarahan atau kekerasan. Luangkan waktu berkualitas bersama anak, dengarkan cerita mereka, bermain bersama, dan tunjukkan minat pada apa yang mereka sukai. Dengan membangun hubungan yang kuat dan penuh kasih sayang, Anda menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar