Deteksi News – Menjadi ibu muda adalah peran yang luar biasa, penuh cinta dan tantangan. Di tengah kesibukan mengurus si kecil, rumah tangga, dan berbagai tanggung jawab lainnya, seringkali kita, para ibu, merasa perlu waktu untuk diri sendiri, waktu untuk me time. Namun, perasaan bersalah atau guilt trip seringkali menghalangi kita untuk melakukannya. Rasanya seperti ada suara kecil di kepala yang terus berbisik bahwa kita harus selalu siap sedia untuk anak dan keluarga, sehingga me time terasa seperti kemewahan yang sulit diraih. Padahal, me time bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional kita.
Langkah pertama untuk mengatasi perasaan bersalah ini adalah dengan mengakui dan menerima emosi tersebut tanpa menghakimi diri sendiri. Cobalah untuk mengubah sudut pandang; apakah rasa bersalah itu muncul karena ekspektasi yang tidak realistis terhadap peran sebagai ibu? Jangan menekan atau menyangkal perasaan bersalah, cukup kenali dan kelola dengan penuh kasih sayang. Ingatlah bahwa kebahagiaan seorang ibu akan menciptakan dinamika keluarga yang lebih seimbang. Ketika kita bahagia dan merasa cukup secara emosional, energi positif itu akan menular ke seluruh anggota keluarga. Anak-anak pun akan merasakan kehadiran ibu yang utuh dan penuh kasih sayang. Me time bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk kasih sayang pada diri sendiri agar kita bisa menjadi ibu yang lebih sabar, tenang, dan penuh kasih. Kita tidak perlu memilih antara menjadi ibu yang baik atau individu yang utuh, keduanya bisa berjalan beriringan.

Seringkali, guilt trip muncul dari pola pikir yang tidak sehat, seperti "aku harus selalu ada untuk anak 24 jam" atau "kalau aku istirahat, aku ibu yang buruk". Ini adalah narasi yang terbentuk dari tekanan sosial dan standar perfeksionis yang tidak realistis. Ubahlah pola pikir tersebut menjadi lebih positif, misalnya "aku butuh waktu istirahat agar bisa merawat anak dengan lebih baik". Pola pikir yang sehat akan menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab dan kebutuhan pribadi.
Ingat, kita tidak perlu melakukan semuanya sendiri! Jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan, keluarga, atau pengasuh jika memungkinkan. Me time bukan berarti meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu, melainkan membaginya secara adil. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti menikmati secangkir teh hangat, membaca buku, atau hanya bernapas tenang selama 10 menit tanpa gangguan. Konsistensi dalam memberikan ruang untuk diri sendiri jauh lebih berdampak daripada intensitas yang besar namun jarang dilakukan. Dengan membiasakan diri, rasa bersalah akan berkurang karena tubuh dan pikiran kita akan mengenali bahwa me time adalah bagian dari kebutuhan.
Menjadi ibu muda tidak berarti harus menghapus identitas pribadi kita sepenuhnya. Kita tetap berhak memiliki ruang untuk mencintai diri sendiri, karena itu adalah investasi jangka panjang untuk kebahagiaan keluarga. Jadi, para ibu muda, jangan ragu untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Kebahagiaanmu adalah kunci kebahagiaan keluarga.






