Deteksi News – Rasanya melelahkan ya, Mom, menghadapi anak yang tiba-tiba berubah sikap. Anak yang biasanya penurut mendadak suka melawan, membantah, bahkan menantang aturan. Jangan khawatir, ini bukan berarti anak menjadi nakal. Justru, ini pertanda proses tumbuh kembangnya. Mereka sedang belajar mandiri, menemukan jati diri, dan memahami batasan. Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa melewati fase ini dengan tenang.
Beberapa penyebab anak tiba-tiba suka melawan:

1. Eksplorasi Kemandirian: Usia balita dan prasekolah adalah masa anak mulai ingin mandiri. Mereka ingin menentukan pilihan sendiri, misalnya baju atau makanan yang ingin dimakan. Sikap melawan adalah bagian dari eksplorasi otonomi ini. Bukan berarti mereka tidak menghargai kita, Mom. Mereka hanya belajar mengambil kendali atas hidup mereka.
- Cara Menghadapinya: Berikan pilihan dalam batas yang aman. Biarkan mereka memilih baju, tapi tetap batasi pilihannya pada baju yang layak. Ini melatih kepercayaan diri dan kemampuan pengambilan keputusan.
2. Meniru Lingkungan Sekitar: Anak adalah peniru ulung. Mereka meniru perilaku dari teman, orang dewasa, bahkan tayangan di televisi. Tanpa memahami konteksnya, mereka bisa meniru perilaku negatif, termasuk cara berdebat atau melawan.
- Cara Menghadapinya: Jadilah contoh yang baik. Tunjukkan cara menyelesaikan konflik dengan tenang dan penuh hormat. Anak belajar dari apa yang kita lakukan, bukan hanya dari apa yang kita katakan.
3. Mencari Perhatian: Kadang, sikap melawan adalah cara anak meminta perhatian. Jika merasa kurang diperhatikan, mereka akan mencari cara agar diperhatikan, meskipun dengan cara yang "negatif". Ini adalah bentuk komunikasi mereka.
- Cara Menghadapinya: Luangkan waktu khusus setiap hari untuk berinteraksi dengan anak tanpa gangguan. Bermain, membaca buku, atau sekadar mengobrol akan mempererat ikatan dan membuat anak merasa dihargai.
4. Aturan Rumah yang Tidak Konsisten: Anak butuh struktur dan konsistensi. Aturan yang berubah-ubah membuat mereka bingung dan kehilangan pegangan. Mereka akan melawan sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan tersebut.
- Cara Menghadapinya: Buat aturan yang jelas, mudah dipahami, dan konsisten. Berikan konsekuensi atas pelanggaran aturan dengan tenang, tanpa ancaman. Konsistensi akan membantu anak memahami batasan dan bertanggung jawab.
Menghadapi anak yang suka melawan memang menantang, Mom. Namun, di balik sikap keras kepala itu, mereka sedang berjuang untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Dengan kesabaran, komunikasi yang baik, dan pemahaman, kita bisa menjadi pendukung terbaik bagi mereka dalam melewati fase ini. Semangat, Mom!






