Gawai dan Si Kecil: Batasi Agar Tak Berdampak Buruk!

Nuraini

Nuraini

Gawai dan Si Kecil: Batasi Agar Tak Berdampak Buruk!

Deteksi News – Hai, para orang tua! Di era digital ini, gawai sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, termasuk anak-anak. Tapi, pernahkah Anda berpikir seberapa besar pengaruh waktu bermain gawai terhadap emosi si kecil? Pertanyaan ini penting, mengingat banyaknya anak yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan gadget mereka.

Penggunaan gawai berlebihan bisa berdampak negatif pada perkembangan emosi, baik anak usia dini (0-6 tahun) maupun anak sekolah dasar (SD). Bayi dan balita yang terlalu sering main gawai cenderung lebih mudah marah, rewel, dan tantrum, terutama jika penggunaan gawainya dibatasi. Mereka juga mungkin menunjukkan perilaku emosional yang tidak stabil. Hal ini disebabkan kurangnya interaksi sosial langsung dan kesulitan mengatur emosi sendiri. Mereka juga bisa meniru perilaku negatif yang dilihat di layar.

Gawai dan Si Kecil: Batasi Agar Tak Berdampak Buruk!
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Pada anak SD, dampaknya mirip, tapi manifestasinya berbeda. Anak SD yang kecanduan gawai mungkin menunjukkan ketidakstabilan emosi, kesulitan mengendalikan diri, kurang empati, dan kesulitan bersosialisasi. Mereka mungkin lebih mudah marah atau frustrasi jika waktu bermain gawainya terganggu. Kecenderungan menghabiskan lebih banyak waktu dengan gawai daripada berinteraksi dengan teman sebaya bisa menyebabkan perilaku antisosial dan kesulitan membangun hubungan sehat. Konsentrasi belajar pun bisa terganggu, berdampak pada prestasi akademik.

Perbedaan utama dampaknya terletak pada tingkat perkembangan emosi dan kognitif. Anak usia dini lebih rentan karena perkembangan emosinya masih dalam tahap pembentukan.

Sebagai orang tua, kita punya peran penting dalam mengawasi dan membatasi penggunaan gawai. Kita perlu mendorong interaksi sosial dan aktivitas di dunia nyata untuk mendukung perkembangan emosi dan sosial anak secara optimal. Carilah keseimbangan antara manfaat teknologi dan potensi dampak negatifnya. Gawai bisa jadi alat bantu positif jika digunakan bijak dan terkontrol, tapi penggunaan berlebihan bisa sangat merugikan. Yang lebih mengkhawatirkan, penggunaan gawai bahkan sudah menjangkau anak di bawah dua tahun. Data menunjukkan banyak balita yang terpapar gawai dalam waktu lama, meningkatkan risiko kecanduan. "Mindless scrolling" juga berdampak buruk pada kemampuan pengambilan keputusan.

Penggunaan gawai juga berpengaruh pada kecerdasan dan kreativitas anak. Jenis konten dan durasi penggunaan sangat menentukan dampaknya. Konten yang tidak mendidik bisa menghambat perkembangan kecerdasan. Sebaliknya, aplikasi pendidikan, video edukatif, dan permainan interaktif yang menstimulasi pemikiran kritis bisa membantu memperkaya perkembangan otak anak. Tanpa pengawasan, penggunaan layar berlebihan bisa mengganggu konsentrasi dan kualitas tidur, berdampak buruk pada fungsi kognitif. Jadi, mari bijak dalam memberikan akses gawai pada anak-anak kita, ya!

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar