Deteksi News – Menyusui, sebuah momen sakral antara ibu dan bayi, terkadang diiringi rasa tidak nyaman, bahkan nyeri pada puting. Sebagai orang tua yang berpengalaman, saya ingin berbagi tujuh tips sederhana namun ampuh agar proses menyusui tetap nyaman dan menyenangkan, tanpa rasa sakit yang mengganggu. Percayalah, menyusui yang nyaman akan membuat ikatan batin antara ibu dan bayi semakin erat.
Nyeri puting saat menyusui memang umum terjadi, disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari posisi menyusui yang salah hingga masalah kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya dan mencari solusi yang tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi jika rasa nyeri berlanjut atau disertai gejala lain.

Pertama, pastikan posisi menyusui benar. Bayi harus melekat dengan baik pada areola (bagian gelap sekitar puting), bukan hanya putingnya saja. Posisi cradle hold (menggendong bayi di depan perut, dengan tubuh bayi menempel pada ibu) biasanya direkomendasikan. Pastikan bayi membuka mulut lebar sebelum menyusu, dan lepaskan secara perlahan dengan menekan lembut dagunya. Posisi yang tepat akan memastikan bayi mendapatkan ASI secara efektif dan mencegah puting tertekan berlebihan.
Kedua, rawat puting dan payudara dengan baik. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyusui. Gunakan air hangat saat mandi, hindari sabun keras atau berbahan kimia. Setelah menyusui, oleskan ASI pada puting. ASI memiliki sifat melembapkan dan antibakteri alami. Biarkan ASI mengering di udara sebelum mengenakan bra. Kurangi penggunaan sabun pada puting agar kulit tetap lembap dan tidak pecah-pecah. Kompres hangat sebelum menyusui dan kompres air garam dingin setelah menyusui dapat membantu meredakan nyeri.
Ketiga, perhatikan frekuensi menyusui. Menyusui secara teratur (setiap 2-3 jam) dapat mencegah pembengkakan payudara dan sumbatan saluran ASI yang dapat menyebabkan nyeri. Gunakan bra yang nyaman, berbahan lembut, dan ukurannya pas. Hindari bra yang terlalu ketat dan ganti breast pad secara teratur untuk mencegah kelembapan berlebih.
Keempat, waspadai tanda-tanda masalah serius. Jika nyeri puting berlanjut atau disertai demam, kemerahan, atau benjolan, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi. Kondisi seperti mastitis (infeksi payudara), abses, atau tongue-tie pada bayi bisa menjadi penyebabnya.
Kelima, jangan ragu untuk meminta bantuan. Menyusui adalah proses alami, tetapi membutuhkan pembelajaran dan dukungan. Jangan sungkan meminta bantuan dari tenaga medis profesional jika mengalami kesulitan.
Keenam, jaga kesehatan dan nutrisi. Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat. Tubuh yang sehat akan membantu proses menyusui berjalan lancar.
Ketujuh, bersabar dan tetap positif. Proses menyusui membutuhkan adaptasi dan kesabaran. Tetaplah positif dan nikmati momen indah bersama bayi Anda. Ingat, menyusui yang nyaman akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bayi dan ikatan batin antara Anda dan si kecil.






