Waspada! Bahaya Sharenting Mengintai Si Kecil

Nuraini

Nuraini

Waspada! Bahaya Sharenting Mengintai Si Kecil

Deteksi News – Pernahkah Anda melihat orang tua yang gemar membagikan momen-momen lucu anak mereka di media sosial? Fenomena ini, yang dikenal sebagai "sharenting" (gabungan dari "sharing" dan "parenting"), semakin umum di era digital. Membagikan perkembangan anak, dari bayi hingga remaja, memang terasa menyenangkan. Namun, di balik kemudahan berbagi ini, terdapat risiko yang perlu kita pahami sebagai orang tua. Tidak semua momen pribadi anak pantas dipublikasikan, terutama jika menyangkut privasi dan keamanannya.

Sharenting adalah praktik berbagi foto, video, atau informasi pribadi anak di media sosial. Mulai dari foto pertama saat lahir hingga cerita kesehariannya, semua bisa menjadi konten. Platform seperti Instagram atau TikTok memudahkan sharenting, namun juga meningkatkan potensi bahaya. Meskipun terlihat sebagai ungkapan kasih sayang, sharenting bisa membahayakan privasi anak. Informasi yang kita bagikan bisa disalahgunakan untuk pencurian identitas atau bahkan eksploitasi.

Waspada! Bahaya Sharenting Mengintai Si Kecil
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Bayangkan, setiap foto yang kita unggah membangun jejak digital anak sejak dini. Jejak ini bersifat permanen dan bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat anak dewasa. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan informasi pribadi yang tersebar luas tanpa persetujuan mereka. Selain itu, sharenting juga membuka celah bagi kejahatan digital. Informasi seperti lokasi, nama lengkap, atau rutinitas anak bisa dimanfaatkan untuk tujuan jahat.

Dampak psikologis juga perlu dipertimbangkan. Anak yang menyadari banyak hal tentang dirinya tersebar di dunia maya bisa merasa malu, tidak nyaman, atau kehilangan kendali atas citra dirinya. Mereka mungkin merasa tidak memiliki privasi, yang berdampak pada rasa percaya diri dan hubungan dengan orang tua. Sebagai orang tua, kita perlu menghormati hak privasi anak dan memastikan dokumentasi tentang mereka dilakukan secara etis dan bijak.

Jika Anda ingin tetap berbagi momen anak di media sosial, lakukanlah dengan bijak. Hindari informasi sensitif seperti lokasi sekolah, identitas lengkap, atau kondisi kesehatan. Atur privasi akun Anda secara ketat, dan jika anak sudah cukup besar, mintalah izinnya sebelum mengunggah foto atau cerita tentang mereka. Melibatkan anak dalam keputusan ini akan membangun rasa saling menghargai dan kepercayaan.

Sharenting memang cara untuk menyimpan kenangan, tetapi kita perlu lebih bijak dan sadar akan konsekuensinya. Dengan menjaga privasi dan keselamatan anak, kita tidak hanya melindungi mereka dari risiko digital, tetapi juga mengajarkan nilai pentingnya menghargai batasan diri dan orang lain. Sebelum mengunggah, tanyakan pada diri sendiri: apakah informasi ini layak dibagikan, dan apakah ini demi kebaikan anak di masa depan?

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar