Caesar oleh Dokter Umum? Risiko atau Solusi?

Nuraini

Nuraini

Caesar oleh Dokter Umum?  Risiko atau Solusi?

Deteksi News membahas wacana kontroversial yang dilontarkan oleh Kementerian Kesehatan terkait kemungkinan dokter umum melakukan operasi caesar. Sebagai orang tua, saya tentu saja prihatin dengan wacana ini. Bayangkan, keselamatan buah hati kita dipertaruhkan pada prosedur medis sesulit operasi caesar yang dilakukan oleh dokter yang belum tentu memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup.

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), Guru Besar FKUI, dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya. Beliau menjelaskan bahwa operasi caesar membutuhkan keahlian khusus yang tidak dimiliki dokter umum. Meskipun dokter umum memiliki banyak kompetensi, operasi caesar bukanlah salah satunya. Beliau mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Caesar oleh Dokter Umum?  Risiko atau Solusi?
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Pengalaman masa lalu pun menjadi pelajaran berharga. Program serupa pernah dicoba, namun gagal karena rendahnya frekuensi operasi caesar di daerah terpencil. Dokter umum yang telah dilatih pun kehilangan kepercayaan diri karena kurangnya kesempatan praktik. Jadi, bukan hanya soal pelatihan, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan dan pengalaman.

Sebagai solusi, Prof. Budi menyarankan optimalisasi program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) untuk pemerataan tenaga spesialis. Langkah ini lebih realistis dan menjamin keselamatan ibu dan bayi. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer, termasuk pelatihan USG terbatas bagi dokter umum untuk deteksi dini kehamilan berisiko tinggi. Dengan demikian, rujukan ke dokter spesialis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Tingginya angka operasi caesar di Indonesia juga menjadi perhatian serius. Seringkali, operasi caesar dilakukan karena keterbatasan tenaga medis di daerah terpencil, yang memaksa dokter mengambil keputusan cepat dalam situasi gawat darurat. Namun, hal ini juga berpotensi meningkatkan angka operasi caesar yang tidak perlu. Operasi caesar harus didasarkan pada indikasi medis yang jelas, bukan karena faktor lain. Sebagai orang tua, saya berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan hal ini dengan bijak, demi keselamatan ibu dan anak di Indonesia. Prioritas utama tetaplah keselamatan, bukan efisiensi semata.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar