Deteksi News – Dunia sepak bola Indonesia tak hanya disibukkan dengan deru bola di lapangan hijau, namun juga kisah-kisah humanis di balik layar para bintangnya. Salah satunya adalah pesepakbola kebanggaan Timnas, Egy Maulana Vikri. Setelah menyambut kehadiran buah hati pertamanya, Elara Maha Kamila, bersama sang istri tercinta, Adiba Khanza, kehidupan Egy dikabarkan berubah drastis. Sosok yang selama ini dikenal lincah menggocek bola, kini menunjukkan sisi lain yang tak kalah memukau: seorang ayah siaga yang penuh kasih. Mertuanya, Umi Pipik, tak segan-segan membongkar habis dedikasi Egy dalam mengurus Baby Elara, membuat banyak pihak berdecak kagum.
Umi Pipik menceritakan, peran Egy sebagai suami dan ayah sudah terlihat bahkan sejak Adiba berada di ruang persalinan. Dalam momen penuh perjuangan itu, Egy tak hanya sekadar mendampingi. Ia menjadi ‘pelatih’ pernapasan pribadi bagi Adiba. Dengan sabar, Egy berada di sisi kiri Adiba, membimbing sang istri, "Ayo sayang, ambil napasnya gini, ayo tahan lagi sayang," tiru Umi Pipik saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026). Kehadirannya yang menenangkan dan dukungan penuh itu, menurut Umi Pipik, sangat membantu Adiba melewati proses melahirkan normal dengan lebih tenang, sementara sang mertua fokus memanjatkan doa.

Dedikasi Egy tak berhenti di ruang bersalin. Setelah Adiba dan Baby Elara pulang ke rumah, Egy tak lantas menyerahkan sepenuhnya urusan bayi kepada istri atau pengasuh. Justru, ia terjun langsung dalam rutinitas harian mengurus sang buah hati. Umi Pipik dengan bangga mengungkapkan, "Sigap banget. Dia malah kurang tidur dia. Dia begadang terus gantian gitu, karena mungkin kasihan ya. Terus juga apalagi dia pagi tuh harus latihan." Momen begadang bergantian demi memastikan Baby Elara nyaman dan terpenuhi kebutuhannya, menjadi bukti nyata betapa besar cinta Egy pada keluarga kecilnya.
Meski harus berjuang melawan kantuk akibat begadang, profesionalisme Egy sebagai atlet tak sedikit pun luntur. Jadwal latihan pagi dan sore hari tetap dilakoninya dengan penuh tanggung jawab, meskipun energinya harus terbagi untuk mengurus Baby Elara. Umi Pipik menjelaskan rutinitas menantunya, "Jadi habis ngurusin baby-nya dulu gitu gantian sama ibunya, terus dia langsung pergi latihan. Nanti pulang, dia makan, nanti sore berangkat lagi latihan." Sebuah potret perjuangan seorang ayah baru yang patut diacungi jempol.
Lebih dari sekadar tindakan fisik, kehadiran Baby Elara juga menumbuhkan sisi sensitif dalam diri Egy Maulana Vikri. Kecintaannya pada keluarga kecilnya kini membuatnya kerap merasa berat hati jika harus meninggalkan rumah dalam waktu lama. Apalagi sebagai pemain sepak bola profesional, ia seringkali harus ikut laga tandang ke luar kota atau bahkan negeri. Umi Pipik menuturkan, "Jadi kalau misalkan Egy ada kegiatan di luar kota saja, dia pasti khawatir gitu ninggalin istri sama anak-anaknya." Perasaan khawatir ini menunjukkan betapa dalam ikatan emosional yang kini terjalin antara Egy dengan Adiba dan putri kecil mereka.
Kisah Egy Maulana Vikri ini bukan hanya tentang seorang atlet hebat, tetapi juga tentang evolusi seorang pria menjadi ayah yang bertanggung jawab dan penuh kasih. Dedikasinya yang luar biasa dalam mengurus Baby Elara, di tengah padatnya jadwal sebagai pesepakbola, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Sebuah bukti bahwa di balik gemerlap lapangan hijau, ada hati seorang ayah yang siap siaga untuk keluarga kecilnya.






