deteksinews.co.id – Awan duka menyelimuti jagat musik Tanah Air menyusul kabar berpulangnya Bambang Sutrisno yang akrab disapa Trisno bassist legendaris PAS Band. Musisi berusia 55 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu 1 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB setelah menjalani penanganan medis serius di Rumah Sakit Hermina Bandung. Kepergian sang maestro bass meninggalkan luka mendalam bagi keluarga rekan seperjuangan dan jutaan penggemar setianya.
Trisno diketahui telah bergulat dengan penyakit ginjal kronis yang kemudian memicu komplikasi serius berupa penyumbatan pembuluh darah di otaknya. Kondisi ini mengharuskannya menjalani tindakan operasi yang krusial. Sandy drummer PAS Band mengungkapkan bahwa kesehatan sahabatnya itu memang telah menunjukkan tanda-tanda kemunduran dalam beberapa bulan terakhir. Ia melihat Trisno tidak lagi sebugar biasanya dan mulai menunjukkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan.

"Kami khawatir karena pusingnya itu. Sudah beberapa bulan ini almarhum memang sudah tidak fresh lagi. Ada sesuatu yang salah di badannya. Minum obat terus takut ada indikasi gangguan di liver juga. Kakinya sudah mulai bengkak" tutur Sandy di kediamannya di Depok Jawa Barat Sabtu 1 Agustus 2026.
Meski kondisinya terus memburuk Trisno sempat menunjukkan keengganan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Rekan-rekannya harus berupaya keras membujuknya agar bersedia mendapatkan penanganan medis yang layak. Setelah akhirnya berhasil dibawa ke rumah sakit sekitar dua pekan sebelum kepergiannya tim dokter menemukan fakta mengejutkan fungsi ginjal Trisno hanya tersisa 5 persen.
Tak hanya itu hasil pemeriksaan lanjutan juga mengungkap adanya dua sumbatan pada pembuluh darah di bagian kepala Trisno. Menurut Sandy dokter menilai kondisi tersebut sangat berisiko memicu stroke jika tidak segera ditangani. Akhirnya satu sumbatan di sisi kanan kepala berhasil dioperasi.
Tindakan operasi yang dijalani Trisno pada awalnya dinyatakan berjalan lancar. Namun pascaoperasi ia mengalami komplikasi tak terduga berupa kejang-kejang. Sandy mengaku masih sempat menjenguk dan terus menyemangati sahabatnya agar kuat berjuang melawan penyakit yang diderita. "Setelah operasi alhamdulillah berhasil tapi efek negatifnya jadi kejang-kejang. Berapa kali waktu saya menengok saya ajak bicara ‘Ayo Bro sembuh sembuh’" kenang Sandy. Namun takdir berkata lain Trisno kini telah beristirahat dengan tenang.






