deteksinews.co.id – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman ibunda Lady Nayoan Rima Sania Pontoh yang berlangsung khidmat di Pemakaman Keluarga kawasan Kelapa Dua Tambun Bekasi Kamis siang. Isak tangis tak terbendung dari Lady Nayoan dan ketiga anaknya Noah Emma serta Jacob saat mengantar sang nenek ke peristirahatan terakhirnya. Terlihat Noah dan Emma tak kuasa menahan air mata menyaksikan jenazah dikebumikan.
Sebelum menghembuskan napas terakhir Rima Sania Pontoh diketahui telah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih tiga tahun. Lady Nayoan mengungkapkan mendiang ibunya telah menjalani serangkaian pengobatan intensif mulai dari kemoterapi hingga radiasi. Meskipun demikian semangat hidup Rima Sania Pontoh patut diacungi jempol. Ia tetap terlihat bugar dan bahkan masih sanggup bepergian ke berbagai daerah seperti Batam Singkawang Jogja dan Bandung seolah tak ada penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Namun kondisi kesehatan Rima Sania Pontoh mulai menunjukkan penurunan drastis pada pertengahan tahun ini tepatnya di bulan Juni. Kanker ginjal yang dideritanya menyebar atau bermetastasis ke kandung kemih. Sejak saat itu daya tahan tubuhnya melemah secara signifikan. Lady menjelaskan bahwa meskipun sebelumnya ada beberapa kali kemunculan sel kanker di kandung kemih namun jenisnya masih turunan dari ginjal. Untuk mengatasi kondisi tersebut Rima sempat menjalani prosedur TURP sebuah tindakan medis menggunakan kamera untuk mengangkat jaringan bermasalah.
Di mata keluarga Rima Sania Pontoh dikenal sebagai sosok wanita yang luar biasa tangguh dan ceria. Lady Nayoan menceritakan bahwa ibunya jarang sekali mengeluhkan rasa sakit yang dideritanya bahkan saat ia telah hidup dengan batu ginjal selama hampir tiga puluh tahun. Ia selalu menunjukkan wajah penuh senyum dan keceriaan di hadapan anak-anaknya seolah menyembunyikan beban berat yang dipikulnya. Kedekatan Rima dengan anak-anaknya juga sangat erat ia bukan tipe ibu yang banyak mengomel.
Kondisi Rima Sania Pontoh semakin memburuk pasca operasi yang dijalaninya pada bulan Juni. Lady bersama sang suami Rendy Kjaernett sempat berdiskusi dengan dokter yang telah merawat ibunya sejak 2023. Dokter telah memberikan peringatan dini kepada keluarga mengenai pentingnya menjaga asupan makanan dan aktivitas sehari-hari Rima. Kepergian Rima Sania Pontoh meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan namun semangat dan ketangguhannya akan selalu menjadi inspirasi.






