Deteksinews.co.id – Di balik persona ceria dan energik yang kerap ia tampilkan di layar kaca, presenter Chika Jessica menyimpan beban kekhawatiran yang mendalam. Ia kini tengah berjuang mendampingi sang ibunda yang menghadapi serangkaian komplikasi penyakit serius. Kondisi kesehatan sang ibu yang rapuh ini memaksa Chika untuk melakukan hal yang tak biasa: setiap malam, ia selalu memeriksa napas ibunya saat terlelap, memastikan sang ibu masih bernapas.
Kesehatan ibunda Chika diketahui mengalami penurunan drastis, bermula dari gangguan fungsi ginjal yang mengharuskannya menjalani cuci darah rutin. Kondisi ini kemudian menjalar dan memicu pembengkakan pada organ jantung. Tak hanya itu, sang ibunda juga memiliki riwayat serangan stroke yang meninggalkan jejak trauma mendalam bagi Chika. "Mama tuh ginjal, jadi harus cuci darah, tapi sekarang udah ke jantung, jantungnya membengkak," ungkap Chika Jessica saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026), menjelaskan kompleksitas penyakit yang diderita ibunya.

Kondisi kesehatan yang memburuk ini membuat ibunda Chika kini sangat bergantung pada bantuan tabung oksigen secara terus-menerus untuk menopang pernapasannya. Chika mengaku, rasa cemas dan ketakutan kerap menyelimuti pikirannya, terutama saat malam hari ketika ibunda sedang terlelap tidur. Momen-momen tersebut menjadi waktu yang paling menegangkan baginya. "Belakangan aku tuh selalu kalau Mama tidur, aku selalu cek masih napas atau gak. Khawatir itu perlu, kalau Mama drop tuh benar-benar aku lihatin napasnya. Biar Mama tidur, aku lihatin," tuturnya dengan nada prihatin, menggambarkan rutinitas penuh kekhawatiran yang ia jalani.
Kekhawatiran Chika bukan tanpa alasan. Ia masih memendam trauma mendalam dari pengalaman pahit saat sang ibunda terserang stroke secara tiba-tiba. Kejadian tersebut meninggalkan bekas yang sulit hilang, terutama ketika mereka berdua berada di dalam kendaraan. Pengalaman itu membuatnya sangat waspada dan kerap dihantui rasa panik terhadap setiap gerak-gerik sang ibunda, seolah bayangan masa lalu bisa terulang kapan saja. "Aku ada trauma kalau misal aku di mobil sama Mama. Aku tuh ada rasa panik karena pernah waktu stroke tuh gitu di mobil. Ada trauma gitu. Itu saking traumanya, aku tuh takut," jelasnya, menggambarkan betapa besar dampak kejadian itu pada kondisi psikisnya.
Mengenai penanganan medis, Chika menjelaskan bahwa sang ibunda kini masih rutin menjalani prosedur cuci darah dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Rabu dan Sabtu. Selain itu, ibunya juga harus mengonsumsi obat-obatan jantung secara teratur setelah sebelumnya menyelesaikan tahapan fisioterapi. "Pengobatannya tuh cuci darah dua minggu sekali, setiap Rabu dan Sabtu. Terus minum obat jantung rutin, sama sempat fisioterapi. Fisioterapinya udah selesai karena pas stroknya udah mulai membaik," pungkas Chika, menunjukkan dedikasinya yang luar biasa dalam memastikan ibunya mendapatkan perawatan terbaik. Perjuangan Chika Jessica ini menjadi cerminan kasih sayang seorang anak yang tak lekang oleh waktu, di tengah beratnya tantangan yang harus dihadapi.






