Riders Fajar Sadboy: Dior, Alphard, atau CEO Palsu?

Celina

Celina

Riders Fajar Sadboy: Dior, Alphard, atau CEO Palsu?

Deteksi News – Jagat maya kembali dihebohkan dengan nama Fajar Sadboy. Kali ini bukan karena kisah cintanya yang pilu, melainkan daftar permintaan fantastis yang disebut-sebut sebagai ‘riders’ untuk setiap penampilannya. Publik dibuat melongo, bertanya-tanya apakah sosok polos yang kita kenal kini telah berubah menjadi selebriti dengan tuntutan selangit. Namun, Fajar dengan gayanya yang khas akhirnya buka suara, mengungkap fakta mengejutkan di balik daftar mewah tersebut.

Bayangkan saja, sebuah daftar bocor ke media sosial, menampilkan serangkaian permintaan yang bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari kebutuhan riasan wajah yang wajib menggunakan merek sekelas Dior dan Clinique, dengan tegas menolak produk Asia atau lokal. Belum lagi urusan transportasi yang harus Alphard, ditemani kursi pijat pribadi, whiteboard, dan pengamanan minimal empat personel. Untuk konsumsi, tak main-main, ada anggur hijau Muscat tanpa biji, air mineral Evian atau Fiji, gelato lychee dengan pemanis Stevia sebelum makan siang, hingga nasi Padang dari restoran premium seperti Pagi Sore. Bahkan, kudapan khas Gorontalo dan snack import Cheetos Puff kualitas Amerika Serikat pun tak luput dari daftar. Sebuah gaya hidup yang benar-benar di luar nalar untuk seorang Fajar Sadboy yang dikenal polos.

Riders Fajar Sadboy: Dior, Alphard, atau CEO Palsu?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat dikonfrontasi di studio Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Fajar Sadboy, dengan ekspresi bingung yang konsisten, hanya bisa menghela napas panjang. "Astaghfirullah… banyak banget," ucapnya, seolah tak percaya dengan daftar yang beredar luas. Ia bahkan mengaku tak mengerti apa itu ‘riders’ dan menegaskan bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang banyak permintaan. "Aku orangnya nggak gitu. Maksudnya ngerti riders aja aku nggak ngerti," ujarnya, mencoba meluruskan kesalahpahaman yang kadung menyebar.

Namun, di balik kebingungan itu, terkuaklah sebuah fakta yang mengubah segalanya. Fajar menjelaskan bahwa daftar permintaan mewah itu bukanlah untuk dirinya pribadi, melainkan bagian dari tuntutan perannya dalam sebuah proyek akting. "Ya jadi karena aku lagi syuting jadi CEO, ya hubungannya itu pengin ngerasain jadi anak pewaris gitu," tegas bintang film Galaksi ini. Sebuah peran yang menuntutnya untuk ‘merasai’ hidup bak seorang pewaris kaya raya, lengkap dengan segala kemewahan yang melekat, layaknya drama Korea atau Tiongkok yang sedang digandrungi.

Dewi Perssik, Rian Ibram, dan Caren Delano yang memandu acara, turut mendesak Fajar untuk menjelaskan lebih lanjut. Dengan nada sedih, Fajar menegaskan, "Bukan bohong juga, kayak tadi aku bilang, lagi kerja sama dengan brand riders aku kayak gitu. Itu bukan the real ada cuma karena lagi syuting jadi diadain. Syuting kayak dracin-dracin gitu, jadi CEO." Dewi Perssik pun berinisiatif meluruskan, bahwa riders fantastis itu hanyalah kebutuhan untuk syuting, bukan cerminan gaya hidup Fajar Sadboy di dunia nyata. Fajar mengangguk membenarkan, mengakhiri spekulasi yang sempat membuat heboh.

Kisah Fajar Sadboy ini menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara realita dan fiksi di dunia hiburan. Sebuah daftar riders yang tadinya memicu spekulasi dan cibiran, ternyata hanyalah bagian dari totalitas seorang aktor dalam mendalami perannya. Fajar Sadboy mungkin tetap ‘sadboy’ di hati, tapi di layar kaca, ia adalah CEO pewaris yang penuh gaya, lengkap dengan Dior dan Alphard-nya. Sebuah pelajaran berharga tentang bagaimana kita harus menyaring informasi di era digital ini, agar tak mudah termakan drama yang ternyata hanya bagian dari skenario.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar