Seorang pelapor dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan nama Betrand Peto baru saja merampungkan serangkaian pemeriksaan intensif. Proses asesmen psikologis ini berlangsung di kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban LPSK Jakarta Timur pada Kamis 19 Juli 2026.
Selama empat jam penuh tim psikolog LPSK menggali kondisi kejiwaan pelapor ANW. Thulus Pardosi penasihat hukum ANW membeberkan perkembangan terbaru pasca-pemeriksaan tersebut. Menurut Thulus kliennya merasakan sedikit kelegaan setelah melalui sesi tersebut.

Meski demikian rasa cemas terkait keamanan diri serta kondisi di lingkungan tempat tinggalnya masih menghantui ANW. Kekhawatiran ini menjadi sorotan utama yang disampaikan oleh kuasa hukum.
Lebih lanjut Thulus Pardosi menjelaskan bahwa pertanyaan yang diajukan tim psikolog lebih banyak berpusat pada lingkungan terdekat pelapor. Tim mendalami dinamika hubungan ANW dengan keluarganya termasuk sejauh mana dukungan yang diterima dari lingkaran terdekatnya.
Mengenai hasil diagnosis serta rencana pemulihan trauma pihak kuasa hukum masih menantikan laporan resmi dari tim psikolog. Dokumen tersebut diperkirakan akan diserahkan kepada LPSK dalam satu hingga dua hari mendatang.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan ANW ini sebelumnya telah didaftarkan di Polda Metro Jaya. Insiden tersebut disebut-sebut terjadi di sebuah klub malam ternama di area SCBD Jakarta Selatan.
Sementara itu Betrand Peto yang namanya terseret dalam laporan ini telah membantah keras segala tuduhan. Putra angkat Ruben Onsu tersebut menegaskan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dalam mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.






