Deteksinews.co.id – Artis Tengku Dewi, yang kini menyandang status orang tua tunggal, membuat keputusan menarik terkait jalur kariernya. Ia kembali menekuni profesi lamanya sebagai disc jockey (DJ), sebuah langkah yang diambil dengan pertimbangan matang demi keseimbangan antara mencari nafkah dan mengasuh buah hatinya. Keputusan ini bukan tanpa alasan kuat, melainkan didasari oleh kebutuhan akan fleksibilitas waktu yang esensial dalam perannya saat ini.
Bagi mantan istri Andrew Andika ini, dunia musik elektronik bukanlah hal asing. Sebelum membina rumah tangga, Tengku Dewi memang dikenal aktif di panggung-panggung sebagai seorang DJ. Namun, komitmen terhadap keluarga membuatnya sempat vakum dari hiruk pikuk panggung, memilih fokus pada peran domestik dan mengurus rumah tangga. Kini, setelah beberapa tahun, ia merasa saatnya kembali ke dunia yang ia cintai. "Aku itu memang dulu sempat nge-DJ sebelum berumah tangga dan setelah itu aku memutuskan vakum dan terjun lagi sekarang," ujarnya kepada deteksinews.co.id dalam sebuah wawancara di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Meskipun peluang untuk kembali ke dunia seni peran terbuka lebar, Tengku Dewi sengaja tidak mengambil tawaran syuting sinetron. Padatnya jam kerja di lokasi syuting, yang kerap memakan waktu dari pagi hingga pagi lagi, dinilai akan menyita seluruh waktunya bersama anak-anak. Hal ini menjadi pertimbangan utama baginya. "Kalau tawaran syuting itu ada, tapi waktunya itu kan pagi ke pagi, hampir gak ada waktu aku untuk anak," jelas Tengku Dewi. Ia menambahkan, "kalau DJ itu kan emang waktunya itu malam hari, anak-anakku udah tidur, dan paling waktunya juga cuma 2 jam. Lebih fleksibel."
Fleksibilitas waktu yang ditawarkan profesi DJ memungkinkan Tengku Dewi untuk tetap hadir di sisi anak-anaknya pada pagi dan siang hari, mengantar mereka sekolah, menemani bermain, atau sekadar menikmati momen kebersamaan yang berharga. Ini adalah prioritas utama bagi seorang ibu tunggal yang ingin memastikan buah hatinya mendapatkan perhatian penuh. Berbeda dengan jadwal syuting yang seringkali tidak menentu dan memakan waktu istirahat, DJing memberinya kendali lebih besar atas jadwal pribadinya.
Selain pertimbangan waktu, kecintaannya terhadap dunia musik menjadi faktor pendorong lain yang tak kalah penting. Bagi Tengku Dewi, kembali tampil di atas panggung musik tidak hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas padat sebagai orang tua tunggal. "Dunia aku itu memang musik ya, salah satunya itu DJ, bisa jadi stress release atau self healing juga buat aku pribadi," ungkapnya. Musik baginya adalah pelarian positif, sebuah terapi yang membantu meredakan tekanan dan menemukan kembali energi positif.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa profesi DJ saat ini sudah jauh lebih luas dan tidak melulu terikat dengan panggung hiburan malam semata. Tren musik DJ kini juga merambah ke berbagai acara komunitas, festival siang hari, acara korporat, bahkan aktivitas olahraga. Pergeseran ini membuka lebih banyak peluang dan menghilangkan stigma lama yang mungkin melekat pada profesi tersebut. "Sekarang DJ itu gak harus dunia malam gitu, sekarang kan olahraga olahraga gitu juga biasa pakai musik DJ, kebetulan akupun suka olahraga," pungkasnya.
Keputusan Tengku Dewi ini mencerminkan adaptasi seorang ibu tunggal dalam menavigasi tantangan hidup. Ia memilih jalur karier yang tidak hanya menjanjikan penghasilan, tetapi juga memungkinkan ia memenuhi tanggung jawab utamanya sebagai orang tua, sembari tetap menjaga passion dan kesehatan mentalnya. Ini adalah contoh bagaimana seorang figur publik menemukan keseimbangan dalam hidup yang serba cepat, dengan mengedepankan kesejahteraan keluarga di atas segalanya.






