Kisah Pilu Sinyorita Kehilangan Calon Buah Hati

Celina

Celina

Kisah Pilu Sinyorita Kehilangan Calon Buah Hati

Deteksinews.co.id – Artis sekaligus komedian Sinyorita Esperanza baru-baru ini membagikan kisah pilu yang menyayat hati. Ia harus merelakan calon anak keduanya yang merupakan hasil program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) setelah mengalami keguguran di usia kehamilan menginjak enam hingga tujuh minggu. Ini merupakan program IVF kedua yang dijalaninya, menambah berat perjuangannya untuk memiliki buah hati.

Sinyorita menjelaskan, peristiwa menyedihkan itu terjadi pada Rabu, 9 September 2026. Padahal, beberapa hari sebelumnya, hasil pemeriksaan dan kontrol kehamilan menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. "Aku mikirnya itu tuh benar-benar dari kontrol terakhir yang bagus gitu kan. Kita paling senang kan kalau pas kontrol kandungannya bagus," ujarnya saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2026).

Kisah Pilu Sinyorita Kehilangan Calon Buah Hati
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Dua hari setelah kontrol terakhir, kondisi Sinyorita tiba-tiba menurun drastis. Ia mengalami demam dan muncul flek ringan. Awalnya, Sinyorita tidak terlalu khawatir karena dokter sempat menjelaskan bahwa flek bisa menjadi bagian dari proses normal kehamilan, seperti implantasi. "Kan jadi kita enggak berpikir itu bakal keguguran dan gimana-gimana kan? Kalau misal memang mungkin kayak darahnya ngalir deras dan lain-lain mungkin kayak sudah worry gitu. Terus juga dokter bilang kayak, ‘Oh, ini mah kayak proses normalnya perempuan hamil yang ada implantasilah’ gitu," kenangnya.

Situasi semakin memburuk pada Selasa malam. Setelah suaminya selesai salat Isya, Sinyorita merasakan sakit perut yang luar biasa hebat, menyerupai kontraksi persalinan. Rasa sakit itu begitu intens hingga membuatnya teringat pengalaman melahirkan sebelumnya. "Terus habis itu pas Selasa malam, habis suamiku salat Isya, tiba-tiba perut sakit banget. Sudah kayak orang mau ngelahirin gitu kan. Sudah pernah dulu ngelahirin gitu ya. Rasa sakit banget. Aku bilang, ‘Ah sakit banget’. Sudah aku zikir-zikir saja," ungkapnya dengan nada sendu.

Ditemani sang suami, Sinyorita kemudian pergi ke toilet. Saat buang air kecil, ia melihat adanya gumpalan yang bukan seperti darah haid biasa, melainkan berbentuk jaringan. Momen itu sontak membuatnya terkejut dan langsung beristighfar. "Pas pipis tuh kan kayak biasa kalau misalnya kita haid kan hari-hari terakhir tuh kayak ada gumpalan darahnya gitu. Nah ini ada gumpalan tapi kayak jaringan, bentuk jaringan gitu. Tapi aku tuh kayak yang aku sudah langsung istighfar, ‘Astagfirullahaladzim. Ini keluar nih’. Kayak sudah enggak percaya," tuturnya.

Dalam keputusasaan, Sinyorita masih berusaha berpikir positif. Ia berharap gumpalan jaringan yang keluar itu adalah embrio lain yang tidak berhasil ditanam, mengingat ada embrio cadangan dalam program IVF-nya. "Kan aku ada embrio lain juga kan yang ditanam gitu, cuman memang kata dokter waktu itu di kantung kehamilannya cuma satu. Jadi aku pikir untuk menyenangkan hati kayak aku bilang, ‘Wah, mungkin ini embrio yang lainnya yang luruh kali’ kayak gitu kan," jelasnya, mencoba mencari secercah harapan di tengah kebingungan.

Namun, harapan itu pupus keesokan harinya. Setelah menjalani pemeriksaan USG, dokter menyampaikan kabar yang mengempaskan hatinya. Kantung kehamilan di dalam rahimnya sudah tidak ada. "Tapi pas besok datang ke dokter, terus pas waktu lagi USG, ya dokter bilang di rahimnya udah enggak ada kantung kehamilan. Itu sudah kayak disamber petir ya. ‘Ya Allah, jadi yang aku bawa ini calon bayiku ya?’ ‘Iya’ gitu," ucap Sinyorita, menirukan percakapannya dengan dokter, menggambarkan betapa hancurnya perasaannya saat itu.

Dokter tidak dapat memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab pasti keguguran tersebut. Sinyorita pun berusaha menerima kondisi ini sebagai bagian dari takdir dan perjalanan hidup yang harus ia lalui bersama suaminya. "Jadi memang journey-nya Mas Roli sama Teteh Sinyo sudah sampai sini. Balik lagi ya rahim ranah Allah sih, gitu. Enggak bisa ada penjelasan secara detail kenapa bisa kegugurannya," imbuhnya, menunjukkan ketabahan dalam menghadapi kenyataan pahit.

Di tengah kesedihan mendalam, Sinyorita tetap menemukan satu hal yang patut disyukuri. Rahimnya dinyatakan bersih, sehingga ia tidak perlu menjalani tindakan kuretase. Dokter hanya memberikan obat untuk membantu proses pendarahan. "Tapi ada satu hal yang disyukurinya, rahimnya sudah bersih. Jadi aku enggak perlu dikuret. Yang aku nanya beberapa kasus keguguran juga teman-teman aku, ‘Alhamdulillah lho, Bun’ katanya. ‘Gue tuh harus kuret, tapi lo tuh enggak’ jadi benar-benar baby-nya tuh enggak ngerepotin kayak gitu," pungkas Sinyorita, mencoba melihat sisi positif dari cobaan berat ini dan bersyukur atas kondisi rahimnya yang tidak memerlukan prosedur lebih lanjut.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar