Deteksi News – Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan kisah pilu yang menimpa komika kocak Dustin Tiffani. Senyum khasnya yang selalu mengundang tawa kini tertutup duka setelah ia harus menelan kenyataan pahit menjadi korban penipuan pembelian mobil senilai Rp 200 juta. Yang lebih miris, mobil impiannya itu justru ditarik paksa oleh "mata elang" atau debt collector saat ia tengah bekerja, meninggalkan kerugian materiil dan trauma mendalam.
Dustin Tiffani, dengan gaya bicaranya yang unik, menceritakan pengalaman pahitnya ini di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV pada Jumat (9/1/2026), seperti dikutip dari deteksinews.co.id. Ia mengaku membeli mobil tersebut dari seseorang yang dikenalnya secara pribadi, bahkan pernah bekerja sama dalam sebuah proyek YouTube. "Kronologinya gue beli sama orang yang gue kenal karena dia pernah ada project dan dia yang punya project, kita yang kerja di dia. Dalam artian dia punya channel YouTube-lah," ungkap Dustin, memperlihatkan betapa ia menaruh kepercayaan pada pelaku.

Sosok di balik penipuan ini disebut Dustin adalah inisial L…E, yang merupakan otak di balik layar sebuah kanal YouTube yang pernah populer. Dustin mengaku terjebak dalam transaksi bermasalah yang dimulai dengan sistem uang muka dan cicilan. Namun, drama dimulai ketika setelah pembayaran lunas, dokumen kendaraan berupa BPKB tak kunjung diberikan. "Pas kita udah bayar lunas, BPKB-nya nggak datang pula, nggak dihadirin pula, dan katanya keselip sama BPKB yang lain," jelasnya, mengindikasikan adanya kejanggalan sejak awal.
Puncak masalah terjadi saat komika berusia 33 tahun itu sedang asyik mengisi podcast. Tiba-tiba, mobil Honda Jazz miliknya ditarik oleh pihak leasing melalui "mata elang". "Saat gue lagi podcast, tiba-tiba mobil gua ditarik sama mata elang. Ternyata itu mobil mungkin kita bayar ke dia, tapi dia nggak bayar ke dealer-nya (leasing)," beber Dustin. Ia menduga mobil tersebut merupakan kendaraan yang digadaikan atau masih memiliki kewajiban ke leasing, padahal saat transaksi awal, pelaku sempat menunjukkan BPKB atas namanya sendiri.
Insiden penarikan mobil itu terjadi di Jakarta, tepatnya setelah Dustin selesai mengisi podcast. Bahkan, pamannya sempat dikepung oleh "mata elang" karena disangka bersekongkol dengan terduga penipu. "Kelar podcast kita keluar, mobil kita udah nggak ada. Tiba-tiba Om saya udah dikepung sama mata elang. Disangka (mata elang) om saya itu ada kongkalikong sama yang punya (mobil). Ternyata kan Om saya malah nggak tahu sama sekali. Ditarik juga, akhirnya ya udah mobil dibawa, habis itu udah nggak balik lagi," ungkapnya pilu.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian Jakarta Selatan. Namun, Dustin mengaku hingga kini belum mendapat kejelasan hukum, meski sudah bolak-balik mengurus kasus tersebut bersama pengacara. "Kita udah ngurus ke pihak instansi kurang lebih bolak-balik ada enam kalilah, pakai pengacara juga, dan ternyata nggak ada kejelasan," bebernya, menunjukkan frustrasi atas lambatnya proses hukum. Pelaku disebut sempat terdeteksi berada di Purwokerto, namun kembali melarikan diri dan diduga telah mengganti identitas untuk menghindari pertanggungjawaban.
Kisah Dustin ini kembali mencuat setelah ia mengangkat ceritanya di sebuah podcast, yang kemudian memicu munculnya korban-korban lain yang menghubungi dirinya. Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga bagi Dustin, sekaligus peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada dalam setiap transaksi, terutama yang melibatkan orang terdekat. Kerugian materiil memang besar, namun trauma dan kekecewaan yang dirasakan Dustin tentu jauh lebih dalam, meninggalkan luka yang tak mudah tersembuhkan.






