deteksinews.co.id – Kehidupan selebritas kerap diasosiasikan dengan kemewahan dan barang-barang berharga fantastis. Namun, Ardina Rasti, aktris sekaligus istri Arie Dwi Andhika, justru mematahkan stigma tersebut dengan gaya hidupnya yang unik dan penuh kejutan. Di satu sisi ia gemar mengoleksi jam tangan antik bernilai seni tinggi, di sisi lain ia tak sungkan mengenakan busana seharga lima ribuan rupiah. Sebuah kontras yang menarik perhatian publik.
Rasti mengungkapkan kecintaannya pada arloji lawas bukan tanpa alasan. Baginya, jam tangan vintage dari era 1980-an hingga 1940-an bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan sebuah investasi sekaligus karya seni yang menyimpan cerita dan sejarah. Bersama sang suami, koleksi jam tangan mereka telah menjadi harta berharga yang dipandang sebagai aset jangka panjang. Menurut Rasti, setiap jam memiliki kisah unik, seperti jam yang pernah dikenakan pilot zaman dahulu atau yang lahir di tahun istimewa. Menariknya, jam-jam jadul ini terbukti lebih awet dan fungsional dibanding produk modern.

Meski demikian, Rasti menegaskan bahwa hobi mengoleksi barang antik tidak lantas membuatnya boros. Ia justru dikenal sebagai pemburu barang murah, bahkan tak jarang menemukan koleksi jam tangannya di pasar loak dengan harga yang sangat terjangkau. Prinsipnya sederhana, jika bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga miring, mengapa harus memilih yang mahal? Kebiasaan membandingkan harga, baik secara daring maupun luring, menjadi kunci dalam setiap keputusan belanjanya.
Yang lebih mengejutkan, Rasti membagikan pengalamannya saat menjadi pembawa acara program "Bedah Rumah". Ia mengaku kerap membuat kru terheran-heran karena pilihan busananya yang super ekonomis. "Baju yang aku pakai itu harganya Rp10 ribu, bahkan ada yang literal Rp5 ribuan," ujarnya. Sebagian besar pakaian yang ia kenakan untuk keperluan syuting pun dibeli dengan harga di bawah Rp50.000. Alasan di baliknya sangat pragmatis: agar tidak merasa sayang jika harus kotor atau basah saat berinteraksi langsung di lokasi.
Seiring bertambahnya usia, Rasti kini semakin memprioritaskan kenyamanan di atas tren fesyen. Ia lebih memilih busana yang membuatnya leluasa bergerak dan merasa nyaman sepanjang hari. Tak hanya itu, ia juga menunjukkan dukungannya terhadap produk dalam negeri, dengan sebagian besar pakaian yang dikenakannya merupakan hasil karya desainer lokal. Sebuah filosofi hidup yang menginspirasi, bahwa gaya sejati tak melulu soal harga, melainkan kenyamanan dan nilai yang melekat di baliknya.






