Deteksinews.co.id – Aktor kawakan Samuel Rizal secara tegas menyatakan tidak akan memaksakan kehendak kepada putri semata wayangnya, Drucilia Kalea Arifin, dalam menentukan arah masa depannya. Bintang yang dikenal lewat berbagai film romantis ini justru memberikan kebebasan penuh bagi sang anak untuk mengejar minatnya, terutama di dunia olahraga, alih-alih mengikuti jejaknya di gemerlap industri hiburan Tanah Air.
Alih-alih mengikuti jejak sang ayah di panggung akting, Drucilia Kalea Arifin justru menunjukkan bakat dan ketertarikan yang mendalam pada cabang olahraga. Saat ini, ia aktif menekuni renang dan polo air, dua disiplin yang menuntut fisik prima, ketahanan, dan dedikasi tinggi. Pilihan ini disambut hangat oleh Samuel Rizal, yang siap menjadi garda terdepan dalam mendukung setiap langkah putrinya.

Samuel Rizal, yang ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, pada Senin (5/10/2026), mengungkapkan bahwa sebagai orang tua, ia tak pernah membatasi pilihan minat putrinya. Baginya, selama kegiatan tersebut memberikan dampak positif dan membentuk karakter sang anak ke arah yang lebih baik, dukungan penuh akan selalu ia berikan. "Dia lebih suka ke dunia olahraga sih. Jadi ya sudah, sebagai orang tua, apa pun kegiatannya, selama itu kegiatan positif, kita sih support saja sebagai orang tua," ujar aktor yang juga dikenal gemar berolahraga ini.
Ketertarikan Drucilia pada aktivitas fisik ini, menurut Samuel, tumbuh selaras dengan kebiasaan dirinya sendiri. Sejak lama, Samuel Rizal dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga kebugaran tubuh melalui berbagai jenis olahraga. Ia rutin melakukan basket, renang, hingga fitness. "Memang anak renang dan polo air. Gua juga basket, renang, dan fitness kan, jadi ya kita inilah, sama-sama aktiflah," tambahnya, menunjukkan adanya benang merah yang kuat antara hobi ayah dan anak ini. Kesamaan minat ini tidak hanya membuat mereka lebih dekat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
Rutinitas latihan yang padat, baik bagi Samuel maupun Drucilia, ternyata tidak hanya membentuk fisik yang sehat, tetapi juga mempererat ikatan di antara mereka. Momen kebersamaan mereka di luar jam latihan seringkali diisi dengan agenda makan bersama. Aktivitas ini menjadi ritual wajib untuk mengisi kembali energi setelah seharian beraktivitas fisik yang menguras tenaga. Bagi mereka, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan bagian integral dari proses pemulihan dan persiapan untuk tantangan berikutnya.
Samuel menceritakan, "Makan sih mostly, karena gua dan anak gua kan sesama olahragawan aktif. Jadi pasti laperan. Pasti bau-baunya makan deh." Pernyataan ini menggambarkan betapa kuatnya dampak olahraga terhadap pola hidup mereka, di mana kebutuhan nutrisi menjadi prioritas setelah berjam-jam berkeringat. Interaksi sederhana ini menjadi fondasi kuat bagi hubungan ayah dan anak yang kompak dan saling mendukung.
Pendekatan Samuel Rizal dalam mendidik putrinya ini mencerminkan filosofi parenting modern yang mengedepankan kebebasan berekspresi dan pengembangan minat anak. Ia percaya bahwa dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi passion-nya, sang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, dan bahagia dengan pilihannya sendiri, tanpa harus terbebani ekspektasi orang tua. Dukungan tanpa syarat ini menjadi fondasi kuat bagi Drucilia untuk meraih prestasi di bidang yang ia cintai, membuktikan bahwa kebahagiaan anak adalah prioritas utama bagi seorang ayah.






