Deteksi News – Dunia hiburan dan politik kembali bergejolak! Tiga nama besar, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya, mendadak jadi perbincangan hangat. Bukan soal karya terbaru, melainkan status mereka sebagai anggota DPR RI yang kini berada di ujung tanduk. Ada apa gerangan?
Gelombang kritik dari masyarakat seolah tak terbendung, terutama terkait komentar kontroversial seputar tunjangan DPR dan aksi joget-joget di tengah sidang yang dianggap tidak sensitif. Partai Amanat Nasional (PAN) dan NasDem pun mengambil sikap tegas.

PAN, melalui Wakil Ketua Umum Viva Yoga Maulana, mengumumkan penonaktifan Eko Patrio (Eko Hendro Purnomo) dan Uya Kuya dari Fraksi PAN DPR RI, efektif mulai 1 September 2025. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika dan perkembangan situasi terkini. Viva Yoga juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada Presiden Prabowo Subianto.
Tak ketinggalan, Partai NasDem juga menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari kursi DPR RI. Keputusan ini tertuang dalam siaran pers resmi yang ditandatangani oleh Ketum Surya Paloh dan Sekjen Hermawi Taslim. Alasan utama penonaktifan ini adalah ucapan mereka yang dinilai menyakiti hati rakyat.
Nafa Urbach sebelumnya menuai kecaman atas pernyataannya mengenai tunjangan rumah Rp 50 juta untuk anggota DPR RI. Dalam siaran langsung di media sosial, Nafa menjelaskan bahwa tunjangan tersebut merupakan kompensasi karena rumah jabatan telah dikembalikan ke pemerintah. Ia juga menyinggung soal kemacetan yang dialaminya saat menuju DPR.
Sementara itu, Uya Kuya dan Eko Patrio menjadi sorotan karena aksi joget-joget mereka di sela Sidang Tahunan MPR, yang dianggap tidak berempati terhadap kondisi masyarakat Indonesia saat ini.
Ketiga selebriti ini telah menyampaikan permintaan maaf melalui video terpisah, namun tampaknya belum meredam amarah publik sepenuhnya. Bagaimana kelanjutan kisah ini? Pantau terus hanya di deteksinews.co.id!






